oleh

Kakek 70 Tahun Ini Harus Memutar Otak dan Otot Menghidupi Keluarganya, Doa Kartama Kedua Anaknya Hidup Lebih Baik

lSUNGAILIAT, OKEYBOZZ.COM — Terbatas dalam ekonomi, ternyata tidak membuat Kartama lalai memperhatikan pendidikan anak-anaknya. Pria berusia 70 tahun ini berusaha semaksimal mungkin mengais rezeki untuk memberikan pendidikan layak kepada buah hatinya.

Memang, kondisi kehidupan keluarganya saat ini membuat Kartama harus membanting tulang, tidak hanya untuk mencukupi biaya pendidikan putranya, bahkan untuk keperluan hidup sehari-hari juga Kartama harus memeras keringat.

Sehari-hari Kartama bergelut dengan barang bekas. Sejak pagi hari Ia telah berkelana di Kota Sungailiat mencar barang-barang bekas yang masih bisa dijual untuk menghasilkan uang. Sudah enam tahun ini Kartama dan keluarga bertahan hidup dari mencar barang bekas.

 

Penghasilan yang tidak menentu, membuat Kartama harus memutar otak dan otot agar dapur di rumahnya tetap berasap.
“Sehari kadang dapat, kadang tidak. Sementara hanya inilah yang bisa memberikan kehidupan kepada keluarga saya,” ujar Kartama.

Kartama memiliki dua orang putra, yang sulung berusia 12 tahun. Sedangkan putra bungsunya berusia 10 tahun. Saat ini Kartama dan keluarganya tinggal di Jalan Tengku Umar Air Bakung Sungailiat. Sudah enam tahun, pria asal Cirebon Jawa Barat ini menggantung hidupnya di Kota Sungailiat Kabupaten Bangka.

“Dulunya saya sempat berkebun di bagian bawah. Tetapi sekarang saya lebih memilih mencari barang bekas untuk dijual lagi,” ungkap Kartama.

 

Namun nasib tak selamanya beruntung. Dalam seminggu ini Kartama mengakami paceklik penghasilan. Meski dirinya sudah berkeliling Sungailiat, tetapi pemasukan dalam seminggu ini agak sulit.

 

“Kadang ada kadang tidak. Saya berharap adanya bantuan untuk modal untuk mencari barang-barang bekas. Jadi kalau sudah banyak baru ditimbang dan dijual,” harapnya.

Kini buah hati Kartama sudah duduk di bangku sekolah. Putra sulungnya tahun ini masuk SMP, sedangkan putra bungsunya naik ke kelas lima SD. Sembari menatap kedua putranya, ada secercah harapan perubahan nasib pada kedua putranta tersebut. Karena itulah, Kartama berjanji kepda dirinya untuk menyekolahkan kedua anaknya ini kejenjang yang lebih tinggi.

 

“Nasib keluarga kami ini mungkin ada pada kedua anak saya ini. Kalau saya sudah selesai, sudah seperti inilah perjalanan nasib. Semoga saya tetap kuat mencari rezeki untuk menghidupi keluarga dan menyisihkan untuk biaya pendidikan anak-anak saya,” lirih Kartama.

(imron/okeybozz)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed