oleh

Wakil Walikota Pangkalpinang Buka Acara Diskusi Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Babel tentang Perempuan Agen Perdamaian dalam Pencegahan Radikalisme dan Terorisme

Bagikan

Caption: Foto bersama Wakil Walikota Pangkalpinang HM. Sopian dengan pemateri dan peserta diskusi,Kamis(18/7).

Laporan wartawan okeybozz.com Biar M. Yamin

 

PANGKALPINANG, Dalam menangkal radikalisme dan terorisme Forum Koordinasi Pencegahan Teroris (FKPT) Bangka Belitung menyelenggarakan diskusi, kali ini mengangkat peranan perempuan sebagai agen perubahan terutama dalam kehidupan keluarga.

Kegiatan acara tersebut dilaksanakan di Hotel Sahid Pangkalpinang dan dibuka oleh Wakil Walikota Pangkalpinang HM. Sopian, serta organisasi keperempuan yang hadir mayoritas kaum ibu-ibu berlatar belakang berbagai organisasi dan profesi, serta menghadirkan pembicara dari pusat Letkol(Laut) Setyo Pranowo Kasi Pemberdayaan Masyarakat BNPT, Rosita Tandos, Dwi Rubianti Khalifah, serta Ketua FKPT Babel DR. Riswardi.

“Ketua FKPT Babel Dr. Riswardi mengatakan dalam sambutannya menyampaikan bahwa tujuan diselenggarakan kegiatan ini adalah untuk memberikan pemahaman tentang penanggulangan radikalisme dan terorisme,”ungkapnya

 

 

“Dalam kesempatan yang sama juga disampaikan Wakil Walikota Pangkalpinang HM.Sopian mengatakan bahwa keberadaan perempuan khususnya di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung bagian yang sangat penting dan tak terpisahkan dalam proses pembangunan. Sering kita mendengar kata-kata bijak, tidak ada laki-laki yang sukses kalau tidak ada perempuan-perempuan yang kuat dibelakangannya,”ujar Wakil Walikota Pangkalpinang 2 pereode ini.

“Lanjutnya lagi, perempuan dalam hal ini ibu adalah tiangnya dalam keluarga, karena tanggung jawab psikologi, kebanyakan yang bertanggung jawab dan kasih sayang perhatian terhadap keluarga adalah perempuan karena banyak beban-beban dikeluarga,”pungkasnya dihadapan peserta yang mayoritas kaum perempuan.

Penggulangan radikalisme juga saat ini dari kalangan perempuan yang menjadi sasaran, terutama kurangnya perhatian terhadap lingkungan keluarga terutama suami ataupun istri sehingga mudah didoktrin.

 

” Iya, saat ini sasarannya perempuan karena lebih kuat didoktrin, tidak hanya second publik dalam melakukan aksi-aksinya, karena banyak faktor mempengaruhi ekonomi, kurang perhatian suami atau istri sehingga doktrin itu semakin kuat,”ujar Setyo usai menjadi narasumber siang tadi dihotel Sahid Pangkalpinang.

(okeybozz.com/Biar M Yamin)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed