oleh

Perjalanan Sang Ilmuwan Muda Dunia , Harumkan Nama Bangsa Di China Pada Ajang Inovasi Penemu Dunia

OKEYBOZZ.COM , MEDAN – Duka Perjalanan Ilmuwan
“Suara kicau burung di pagi hari, terdengar menembus langit-langit kamarku. Aku masih terbaring malas untuk bangun. Namun sepertinya matahari mulai marah padaku, karena masih saja Aku menutup mataku. Cahaya matahari pagi itu mulai menyentuh seluruh isi ruangan di kamarku yang cukup besar. Akhirnya, Aku mengalah pada alam dan Aku harus bangun, inikah hari dimana Aku mulai harus sekolah.
Uohhhh…. teriakku sambil menguap” itulah bait sastra dari sang Ilmuwan, Muhammad Ja’far Hasibuan ke wartawan ketika bertemu dengan seorang Jurnalis.

 

 

Adalah Muhammad Ja’far Hasibuah, biasanya orang-orang memanggilnya dengan sebutan Ja’far. Semasa di bangku MTs dan MAS, ia merintis usaha KUD Kejora bersama pamannya Alm Hasanuddin Hasibuan di Tapanuli Selatan, kisahnya tersebut berawal dari jualan minyak bensin, solar dan minyak tanah sebuah gubuk  pondok kecik didik uwanya dari Kls 1 MTs sambil bersekolah tiap hari di perjuangan Ja’far sunggunglah sedih dia berjuang bantu uwanya demi cari uang sekolahnya bersekolah di Pondok Pesantren Nurul Falah Tamosu Panompuan ,mendapat pelajaran dari sang uwa teringatku saatnya ini uwa sekarang telah tiada ,dimana masa SMP dan SMA di manfaatkan hidupnya belajar berdagang dan menghendel sebuah perusahaan uwanya kala itu ja’far waktu kecil sudah memegang uang jutaan di percaya oleh uwanya disetiap penjualan dan urusan setor menyetor Ke Bank setiap sholat shubuh Ja’far di percaya semua mulai dari aktivitas setor penjualan ke Bank Sumut jarak tempuh dari usaha sekitar 27 KM ke Kota Padang Sidimpuan kala itu masih di bangku sekolah SMP  Dan semua aktivitas penjualanya semua di hendle nya sendiri memang betul di tempa uwa nya agar anak yang mandiri kelak ketengan sampai meningkat menjadi usaha besar. Seusai tamat MAS (setingkat SMA), ia di berangkatkan ke Medan oleh uwa kandungnya Almarhum Hasanuddin Hasibuan tersebut dan dengan hanya berbekal uang ongkos bus SAMPAGUL Rp.80.000  ke Kota Medan.

 

Sesampainya ke Kota Medan, ia pun kehabisan uang dan tak tahu kemana arah dan tujuannya, sementara cita – citanya yang ingin melanjutkan kuliah di perguruan tinggi harus bisa di gapainya, ia pun lantas tak berputus asa, setelah tiba di Kota Medan, ia pun berkerja di salah satu grosir bahan material bangunan tepatnya di Deli Tua,  Toko Samura Jaya.

Setahun pun berlalu, kemudian, ia mendaftarkan diri masuk kuliah ke perguruan tinggi. Ia pun berpikir untuk mendapatkan uang kuliah yang harus di bayarkan. Ia pun kembali berjuang untuk kuliahnya dengan menjumpai sebuah perusahaan roti. Ia pun berkerja sebagai pedagang roti, tanpa gengsi dan tanpa malu, ia mengayuh gerobak sepeda angin itu untuk membiayai hidup dan kuliahnya.

Pekerjaan sebagai pedagang roti terus ia lakoni sejak awal kuliah sampai wisuda, kegiatan itu terpaksa ia lakukan demi untuk membiayai hidup dan kuliahnya. Tidak sampai di situ, sepulang dari kuliah di sore hari, ia pun melanjutkan perjuangan hidupnya lagi dengan berjualan di terminal Amplas tepatnya di Jalan Sisingamaraja Medan. Menjajakan barang dagangan rotinya dari loket ke loket. Hampir semua loket bus yang ada di Amplas di datanginya. Berdagang roti itu pun di lanjutkan hingga sampai larut malam, kemudian berlanjut berjualan lagi sampai ke Pasar Simpang Limun, bahkan sampai fajar pagi, ia masih menjajakan dagangan rotinya itu.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 comment

  1. Autolike, Status Liker, autolike, Autolike International, Increase Likes, auto like, Autoliker, Photo Auto Liker, autoliker, Status Auto Liker, Auto Liker, Working Auto Liker, Auto Like, ZFN Liker, Autoliker, auto liker, Photo Liker

News Feed