oleh

Sapu Padang , Asli Belitung Made In Kik Munawir

Bagikan

 

Caption foto : Kik Munawir (72) Pengerajin Sapu Halaman ,Manggar ,Senin (5/8)

Laporan Jurnalis okeybozz.com Irwansyah

 

 

OKEYBOZZ.COM , MANGGAR — Baecka Fructescers adalah nama latin untuk tanaman sapu sapu, tanaman belukar yang banyak tumbuh di pulau belitung, di lahan yang bertanah pasir, bagi sebagian masyarakat Belitung, baik itu masyarakat kabupaten Belitung maupun Kabupaten Belitung Timur, banyak yang memanfaatkannya menjadi sapu halaman bahkan ada juga yang menjadikannya tanaman hias semisal Bonsai dan tanaman pagar halaman.

Namun sayang, semakin hari semakin sedikit saja pengrajin yang memanfaatkan tanaman sapu sapu ini, dikarenakan telah banyak alat alat yang bisa menggantikan fungsinya,

Salah seorang masyarakat yang masih setia melakoni profesi sebagai pengrajin sapu halaman dari tanaman ini, adalah Kik Munawir, 72 tahun, penduduk Dusun Padang Satu, Desa Padang kecamatan Manggar Kabupaten Belitung Timur.

Ditemui okeybozz.com,senin (5/8/2019) disela sela kesibukannya mengumpulkan ranting ranting tanaman sapu sapu untuk dibuat menjadi sapu halaman, Kik Munawir bercerita panjang lebar, tentang suka duka menjadi pengrajin sapu halaman selama puluhan tahun.

Kik Munawir menjalani profesi sebagai pengrajin sapu halaman ini, yang ia sebut sebagai Sapu Padang, semenjak ia masih berusia belasan tahun, Kik Munawir mengatakan usaha ini adalah amanat yang dititipkan oleh mendiang ibunya, Maryamah (Almh.) Pengguling atau Dukun melahirkan yang juga membuat sapu padang semasa hidupnya, cara membuatnya diajarkan langsung oleh ibunya sewaktu ibunya masih hidup,

Ibunya berpesan agar Kik Munawir tetap membuat dan menjual sapu ini, hingga tak mampu lagi membuat sapu padang, dan kalau bisa keahliannya dalam membuat sapu Padang agar diwariskan kepada keturunannya nanti, agar bisa melestarikan sapu padang ini, karena sapu padang dikatakannya sebagai sapu asli buatan Belitung, sayangnya anak anak Kik Munawir yang berjumlah 3 orang, tak ada yang meniru dirinya dan mau berprofesi sebagai pembuat sapu padang.

“ Saya membuat dan menjual sapu padang ini, dari masih berusia belasan tahun, diajarkan oleh ibu saya, Maryamah, Pengguling, beliau juga membuat dan menjual sapu padang ini, ibu saya menitipkan amanat agar saya tetap membuat dan menjual sapu padang, hungga saya tak sanggup lagi, dan kalau bisa mewariskan cara pembuatan sapu padang ini kepada anak anak saya,karena ini adalah sapu asli Belitong, sayangnya mereka (anak anak_red.) tak ada yang mau meniru saya sebagai pembuat sapu padang” ujar Kik Munawir sambil tertawa.

Ketika ditanya oleh okeybozz.com berapa harga sapu padang perbuahnya, Kik Munawir mengatakan harganya sangat murahhanya Rp. 2.500,- saja, pembeli langganan setianya adalah kontraktor jalan yang ada di Tanjung pandan, sapu padang ini akan dipakai sebagai sapu pembersih jalan setiap kali kontraktor tersebut melaksanakan proyek pembuatan jalan, bahkan untuk Proyek jalan di Bangka pun, Kontraktor tersebut pernah membeli sapu padang sebanyak satu truk, untuk dibawa ke proyeknya di Bangka, masyarakat di sekitar desanya juga masih ada yang membeli dan menggunakannya untuk membersihkan halaman rumah.

Soal pendapatannya dalam menjual sapu ini, Kik Munawir mengatakan tidak tetap, berkisar satu sampai satujuta setengah saja dalam sebulannya, Kik Munawir berharap agar Sapu ini tetap bisa dilestarikan sebagai sapu asli dari Belitung dan ia juga berharap suatu saat ada yang bisa membantunya dalam permodalan, baik itu dari pemerintah atau perusahaan Swasta.
(@Iwan gabus).

Editor : Adityawarman.
Sumber : okeybozz.com

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed