oleh

Diduga Caplok Lahan Inti Transmigrasi Desa Kacang Butor , BPAN LAI lapor PT. Rebinmas Jaya ke BPN Pusat dan Kementrian ketenagaKerjaan

Caption foto : Kadiv Satgas BPAN LAI (Badan Pengawasan Aset Negara Lembaga Aliansi Indonesia) Suryanto (ist).

 

 

 

OKEYBOZZ.COM , MANGGAR , BELTIM –Suryanto, Kadiv Satgas BPAN LAI Badan Pengawasan Aset Negara Lembaga Aliansi Indonesia, yang ada di wilayah Pulau Belitung, akan berangkat menuju ke jakarta, guna membawa data masalah tentang lahan inti transmigrasi yang diperuntukkan untuk masyarakat transmigrasi di desa Kacang Butor dusun Bukit Indah Kecamatan Badau, Kabupaten Belitung.

Laporan tersebut akan dibawa Suryanto dan timnya ke Badan Pertanahan Nasional Pusat dan Kementrian Ketenagakerjaan yang juga menanggungjawabi masalah Transmigrasi, untuk mempertanyakan langsung kepada dua lembaga negara tersebut, pada hari Rabu mendatang (7/8/2019)

Dalam wawancaranya ( 6/8/2019) Suryanto menjelaskan bahwa, masalah ini telah 5 tahun didalaminya, Suryanto yang juga adalah salah seorang dari masyarakat yang terdampak langsung karena memang berdomisili di desa Kacang Butor telah melakukan berbagai upaya guna mewakili masyarakatnya dalam menyelesaikan masalah ini, antara lainnya menanyakan langsung kepada desa setempat, kepada PT. Rebinmas Jaya dan Kepada BPN Kabupaten Belitung.

 

 

Menurut penjelasannya PT. Rebinmas Jaya telah menanggapi masalah ini dengan melakukan pengukuran langsung beserta masyarakat desa Kacang Butor, dengan melakukan pengukuran langsung di lahan seluas 36 Hektare yang menjadi masalah tersebut.

PT.Rebinmas Jaya menurut Suryanto telah mengakui bahwa lahan yang dipermasalahkan tersebut memang seyogyanya diperuntukan sebagai lahan inti Transmigrasi dan tidak termasuk didalam peta rencana kerja mereka, namun walaupun begitu PT.Rebinmas Jaya tetap melakukan penanaman pohon sawit, yang sekarang telah berusia kurang lebih 19 tahun.

“ Dalam pertemuan kami ( Masyarakat_Red) dengan PT. Rebinmas Jaya, sewaktu melakukan pengukuran telah mengakui bahwa lahan yang dipermasalahkan tersebut memang seyogyanya diperuntukan sebagai lahan inti Transmigrasi dan tidak termasuk didalam peta rencana kerja mereka, namun walaupun begitu PT.Rebinmas Jaya tetap melakukan penanaman pohon sawit, yang sekarang telah berusia kurang lebih 19 tahun” ujar Suryanto .

lebih lanjut , Penempatan para Transmigran melalui program transmigrasi dan ditempatkan di desa Kacang Butor, dilakukan sekitar tahun 1994 menurut keterangan Suryanto yang juga ikut didalam program transmigrasi tersebut bersama orangtuanya sejak tahun 1991, sementara lahan tersebut mulai ditanami oleh PT. Rebinmas Jaya sekitar tahun 99an.

Suryanto berharap dengan usahanya mendatangi dan mempertanyakan langsung masalah ini ke BPN Pusat dan Kementrian Ketenagakerjaan, masyarakat akan mendapatkan solusinya berupa pengembalian lahan kepada mereka (Masyarakat_red), sebab seperti dijelaskan Suryanto pula BPN di Kabupaten Belitung ketika ditanya oleh Suryanto dan PT. Rebinmas Jaya tentang keberadaan Surat Tanah lahan yang dipermasalahkan tersebut,menjawab bahwa Surat tanah tersebut hilang dan tidak ada pertinggalnya di BPN Kabupaten Belitung.

“ Saya berharap dengan usaha kami ini mendatangi dan mempertanyakan langsung masalah ini ke BPN Pusat dan Kementrian Ketenagakerjaan, masyarakat akan mendapatkan solusinya berupa pengembalian lahan kepada mereka (Masyarakat_red), BPN di Kabupaten Belitung ketika saya dan PT. Rebinmas Jaya tanya tentang keberadaan Surat Tanah lahan yang dipermasalahkan tersebut,menjawab bahwa Surat tanah tersebut hilang dan tidak ada pertinggalnya di BPN Kabupaten Belitung.”

(okeybozz.com/Irwansyah)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed