oleh

Niat Menemui Teman di Global Executive Club , Fajri di Keroyok Oknum Security

Caption : Ahmad Fajri (30) korban pengeroyokan Dan penganiayaan yang melapor ke pihak kepolisian. (Ist)

OKEYBOZZ.COM , PANGKALPINANG -Ahmad Fajri (30) wartawan media online nasional menjadi korban pengeroyokan Dan penganiayaan yang lakukan inisial SP serta sekelompok oknum yang diduga security Global Executive Club, Minggu (29/9/2019) sekitar pukul 02:15 Wib, di Global Executive Club yang beralamat di jl.mayor safri rahman no 208 , kecamatan bukit intan kota Pangkalpinang provinsi kepulauan bangka belitung .

Kepada awak media , korban menceritakan awal kejadiannya, bahwa malam itu dirinya datang ke Global Executive Club dengan maksud mau menemui teman yang sedang berada di dalam tempat hiburan malam tersebut
, tetapi dirinya dicegat masuk oleh security dengan nada bahasa yang kasar.

” Saya bersama rekan datang ke Global , baru mau masuk , langsung di cegat oleh security dengan nada dan bahasa yang sedikit kasar ,” Ucap Fajri .

Saya tidak pernah kasar sama orang, tapi sangat di sayangkan perilaku seorang pengawai penjaga keamanan malah berbuat kasar terhadap seorang pelanggan , apakah begitu cara pelayanan seorang pengawai dan kasar nya lagi , security itu malah dengan kompak nya melakukan penganiayaan terhadap saya ,” Ungkapnya dengan kesal .

Padahal pada saat itu saya sudah memberikan kartu identitas saya sebagai wartawan dengan maksud untuk meredamkan suasana,” kata fajri.

Korban kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Polres Pangkal Pinang dalam surat laporan Nomor : LP B -309/IX/2019/SPKT/RES PKP tanggal 29 september 2019 .

Sebelumnya Fajri bersama kuasa hukumnya , menunggu sebelum membuat Lp di Polres Pangkalpinang. Hal Itu dilakukannya dengan Harapan akan ada etikat baik dari pihak bersangkutan.

Tapi sayang sampai sekarang tidak ada etikat baik dari pihak bersangkutan,

maka dari itu pihaknya bersama pengacara melaporkan tindak penganiayaan ini ke kepolisian, dengan harapan kasus ini bisa di proses sesuai dengan jalur hukum yang ada.

“untuk rekan-rekan wartawan Babel saya selaku wartawan meminta kepada rekan-rekan semua untuk membantu usut tuntas penganiayaan yang saya alami ini. Jangan sampai akan ada yang menjadi korban selanjutnya,tidak ada yang kebal hukum di negara ini yang sudah dengan jelas melakukan tindak penganiayaan,” harapnya.

Armansyah.SS.SH selaku pengacara yang membantu menangani kasus penganiayaan ini mengatakan,akibat perbuatan tersebut pihak korban melakukan tuntutan hukum yang berlaku di Indonesia.

“Pada kejadian tersebut maka pihaknya Pelaku akan di kenakan pidana penganiayaan itu sendiri diatur dalam Pasal 351 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (“KUHP”): Penganiayaan diancam dengan pidana penjara paling lama dua tahun delapan bulan atau pidana denda paling banyak empat ribu lima ratus rupiah,”ucapnya

Perbuatan pelaku , pihak korban akan menindaknya lebih lanjut ke pihak polisi dengan Nomor laporan LP B -309/IX/2019/SPKT/RES PKP.

“Biar si pelaku dihukum sesuai dengan perbuatannya,”tutupnya.(Rf)

(Okeybozz.com / Adityawarman)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 comment

News Feed