oleh

Tim Saber Rehabilitasi Bekas Tambang Pakai Smart Bio Ball Sehatkan Lahan Kritis di Babel

Okeybozz.com ,Pangkalpinang , — Pasca penambangan timah telah merubah lahan menjadi terlantar meninggalkan “kolong” (danau kecil yang kedalamannya bisa lebih dari 20 m) dan meninggalkan landsekap yang berbukit kecil.

Lahan bekas tambang timah ini juga ditandai dengan adanya tumpukan tanah yang didominasi oleh pasir yang terbentuk dari “tailing”, yaitu tanah pasir sisa ekstraksi biji timah. Lansekap seperti ini sulit untuk ditumbuhi oleh tanaman dan sulit untuk mendukung kehidupan jasad renik di dalam tanah, serta sulit untuk dijadikan media hidup oleh fauna.

Masalah utama dari lahan bekas tambang adalah bahan organik dan hara yang sangat rendah, kemasaman tanah relatif tinggi, dan struktur tanah yang buruk sehingga tanah ini tidak mampu memegang zat hara dan air serta tidak mampu menjaga fluktuasi suhu tanah. Suhu akan sangat tinggi pada siang hari dan ini dapat mematikan tanaman dan makhluk hidup lainnya.

“Melihat kondisi inilah, kita tertarik untuk ikut menyumbangkan pikiran dan harapan, agar tanah kita yang sakit saat ini bisa kembali sehat. Kita bekerjasama dengan teman-teman ahli dari Univeristas Gajah Mada, mencari formulasi untuk merehabilitasi lahan eks tambang,” ujar Ketua Tim Saber Rehabilitasi Bekas Tambang, Elly Rebuin usai bertemu Divisi Kesehatan, Keselamatan Kerja dan Lingkungan Hidup (K3LH) PT Timah Tbk, di ruang rapat K3LH PT Timah Tbk, Senin (14/10/2019).

 

 

Rapat ini dihadiri Tim Saber Rehabilitasi Bekas Tambang bersama Kepala Divisi K3LH PT Timah Tbk Benny Hutaean beserta staf. Rapat ini mendengarkan pemaparan rencana uji coba rehabilitasi menggunakan Smart Bio Ball dari Ketua Tim Elly Rebuin.
Dalam diskusi yang berlangsung sekitar satu jam tersebut, K3LH PT Timah Tbk mendukung persiapan lahan uji coba di Air Jangkang Kecamatan Merawang Kabupaten Bangka seluas satu hektar.

Lahan bekas tambang ini akan dibagi dua, setengah hektar dibuat perlakuan dalam kondisi sudah di landclearing, sedangkan setengah hektar lagi masih dalam kondisi alami.

“Kita akan uji coba lahan yang belum lama pasca tambangnya. Semakin kritis kondisi lahan, maka semakin baik untuk kita uji coba, agar hasil yang didapat nanti bisa lebih maksimal,” tukas Elly.
Usai menggelar rapat, Tim Saber Rehabilitasi Bekas Tambang bersama staf K3LH PT Timah Tbk melakukan peninjauan langsung ke lahan yang akan di uji coba. Selain melakukan pemetaan dan survey, Tim juga mengambil sampel tanah secara acak di berberpa titik untuk dibawa uji. Hasil kandungan sampel dari lahan ini menjadi acuan dan dasar membuat Smart bio ball, yan menjadi media dalam uji coba tersebut.

Smart Bio Ball ini adalah bola bola mini yang mengandung berbagai bakteri menguntungkan, mikoriza, benih tanaman perintis, hidrogel, asam humat, dan pembawa bahan organik. Bentuknya yang mini memudahkan untuk di sebarkan pada area lahan bekas tambang yang sulit terjangkau. Smart bio ball ditebar dengan menggunakan ketapel atau alat tebar lainnya.

“Saya mewakili PT Timah, sangat mendukung teman-teman yang memiliki ide dan pemikiran dalam mencari formulasi yang jitu dalam upaya kita bersama-sama menyehatkan kembali lahan-lahan bekas tambang. Dalam ujicoba ini PT Timah siap mendukung ketersediaan lahan satu hektar yang dibutuhkan oleh Tim sebagai lahan uji coba,” ujar Benny Hutaean, Kepala Divisi K3LH PT Timah Tbk.
Menurut Benny, selama ini pihaknya sudah melakukan rehabilitasi dan reklamasi lahan bekas tambang. Sebagian besar sudah menunjukkan keberhasilan, namun dengan adanya tawaran ujicoba dari Tim Saber Rehabilitasi Bekas Tambang ini, pihaknya menyambut baik.
“Semoga saja hasil ujicoba ini memberikan alternative baru untuk kita sama-sama bergerak merehabilitasi lahan bekasa tambang lebih baik lagi,” tukasnya. (ril/*/okeybozz.com )

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed