oleh

BNPB Gelar Uji Publik Kurikulum dan Modul Srikandi Siaga Bencana

Okeybozz.com, Pangkalpinang – Guna meningkatkan kapasitas wanita terkait kebencanaan, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menggelar kegiatan Uji Publik Kurikulum dan Modul Srikandi Siaga Bencana. Kegiatan berlangsung di PIA Hotel Pangkalpinang Bangka Belitung, Rabu (09/10/2019) dan diikuti sebanyak 40 peserta dari perwakilan BPBD seluruh Indonesia dan berbagai NGO atau LSM yang mengikuti uji kurikulum.

Plt Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) Penanggulangan Bencana BNPB, Bagus Tjahjono berharap melalui kegiatan tersebut, tercipta kurikulum dan modul srikandi yang lebih baik berdasarkan masukan dari para praktisi kebencanaan.

“Uji publik kurikulum dan modul srikandi siaga bencana yang kita selenggarakan merupakan bagian dari upaya peningkatan kapasitas wanita dalam penanggulangan bencana karena sasaran dalam pelatihan ini nantinya akan dikhususkan bagi para wanita,”ujarnya.

Menurut dia, keterlibatan kaum perempuan terutama ibu rumah tanga sangat penting guna membangun ketangguhan keluarga menghadapi situasi darurat bencana.

“Karena saat bencana kaum ibulah yang paling rentan terkena dampak karena selain harus menyelamatkan dirinya sendiri, seorang ibu juga harus berpikir akan keselamatan anak-anak dan anggota keluarga lainnya,” katanya.

Menurut Bagus, peran perempuan sangat efektif dalam mentransfer pengetahuannya terhadap generasi berikutnya sebab perempuan bisa memberikan usulan terhadap perubahan untuk pengurangan risiko bencana dan memperkuat ketahanan komunitas.

“Untuk itu, BNPB akan melaksanakan kegiatan pelatihan untuk kaum perempuan dalam bentuk kegiatan srikandi siaga bencana dengan mengusung tema yakni “Perempuan Menjadi Guru Siaga Bencana, Rumah Menjadi Sekolahnya,” jelasnya.

Ia juga berharap melalui kegiatan tersebut, peserta dapat saling berbagi pengalaman menangani bencana di daerahnya masing-masing, merefleksikan pengalaman, serta bersama-sama menarik berbagai pembelajaran.

“Sehingga melalui uji publik kurikulum dan modul srikandi siaga bencana ini dapat menjadi bekal untuk memperkuat kesiapsiagaan keluarga di Indonesia di masa mendatang. Kita tidak ingin bencana kembali terjadi dan menelan banyak korban dan kerugian. Kita ingin menjadi lebih siap dan mampu mencegah jatuhnya korban dan menekan kerugian di berbagai bidang, termasuk ekonomi dan sosial,” harapnya.(*/ana)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed