oleh

Hasil Riset Dekan Fak. Psikologi Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta , Sekolah Ramah Anak Kota Pangkalpinang , Butuh Bimtek

Okeybozz.com , Pangkalpinang — Tim Riset Dikti Sekolah Ramah Anak dari Dekan Fak. Psikologi Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta Elli Nur Hayati, M.P.H., Ph.D., Psikolog mengatakan hasil penelitian mereka berdasarkan data yang di ambil dari bulan Juli – Agustus 2019 di kota Pangkalpinang , bahwa belum ada Bimbingan Teknik (bimtek) dari dinas terkait , karena sebetulnya kebijakan sekolah ramah anak itu , adalah untuk kelengkapan dari ide kabupaten atau kota ramah anak ,

” Dari data yang kita ambil dari bulan Juli – Agustus 2019 di kota Pangkalpinang , bahwa belum ada Bimbingan Teknik (bimtek) dari dinas terkait , karena sebetulnya kebijakan sekolah ramah anak itu , adalah untuk kelengkapan dari ide kabupaten atau kota ramah anak ,” Kata Dekan Fak. Psikologi Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta Elli Nur Hayati, M.P.H., Ph.D., Psikolog .

 

 

Hal itu dikatakannya kepada wartawan okeybozz.com diacara presentasi di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan kota Pangkalpinang ,bersama tim Riset M. Saeroni, M.H dan Alif, Rabu (30/10/2019).

” kota layak anak itu , salah satu indikatornya memiliki sekolah ramah anak . Nah sebetulnya , kebijakannya itu dari kementrian perempuan dan perlindungan anak , tapi karena sekolah maka dibawah koordinasinya kementrian pendidikan dan kebudayaan , Jadi ini antar sektor sebetulnya ,” Terang Elli .

 

 

Dalam penelitian ini kami menemukan bahwa sekolah-sekolah ini hanya di beri juklak “Ayo bikin sekolah ramah anak” , tapi tidak ada bimtek nya , sehingga apa yang saya pelajari itu ternyata sekolah ramah anak menurut versi masing-masing guru ,” Jelasnya

Kemudian Dari dinas pendidikan mereka hanya memberikan instruksi kepada sekolah-sekolah untuk membuat sekolah ramah anak , tetapi tidak ada bimtek nya .

Oleh karena itu dari itu temuan ini bahwa sekolah ramah anak itu belum mendapatkan pembekalan dari pemerintah , jadi kalau praktek sekolah itu sudah membuat komitmen konsep ramah anak di masing-masing sekolah itu adalah menurut ide masing-masing guru , Jadi bukan standar pemerintah ,” Kata Dekan Fak. Psikologi Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta ini

 

.

Dengan harapan bahwa inisiatif-inisiatif yang sudah dimulai oleh sekolah itu bisa berjalan dengan lebih baik lagi , karena di koordinasi oleh dinas pendidikan dan dinas sosial, tidak sekolah yang bejalan sendiri , ada sinergi antara membuat kebijakan dengan pelaksana ,

Kalau kami deskripsikan sekolah ramah anak sudah di kembangkan masing-masing sekolah itu sebetulnya sudah bagus , dalam arti sarana dan prasarana diusahakan yang seperti apa , kemudian suasana belajar nya yang tidak menggunakan cara-cara kekerasan , cara-cara yang lebih menyenangkan untuk anak , kemudian tentang keterlibatan komite sekolah ,” Pungkas Elli .

komite sekolah itu salah satu kunci kesuksesan sekolah ramah anak , karena untuk bisa mewujudkan sekolah ramah anak itu yang seperti di harapakan kita membutuhkan pembiayaan yang banyak , maka komite sekolah itu perannya disitu membantu sekolah untuk mencari sumber-sumber dana dari luar , misalnya ada distribusi dari luar ,” Tambahnya.

Dengan berharap partisipasi yang banyak dari masyarakat , untuk membantu guru menciptakan sekolah ramah anak .

Kedua , untuk para orang tua mestinya konsisten melaksanakan , kalau sekolah itu guru sudah melaksanakan prinsip non kekerasan terhadap anak, maka para orang tua menerapkan prinsip non kekerasan terhadap anak ,” Tutup Elli Nur Hayati, M.P.H., Ph.D., Psikolog .

 

 

Selain itu Kepala SDN 37 Pangkalpinang Suswani Spd saat menjadi narasumber di acara itu mengatakan Sebagai Pendidik sangat mendukung sekali program SRA untuk diterapkan di semua Satuan Pendidik.

Anak merupakan generasi penerus dan akan menjadi generasi emas tahun 2045. Sebagai pendidik tugas kita mengantarkan mereka untuk sampai ke tujuan tersebut. Tugas kepala sekolah adalah berusaha maksimal menciptakan Sekolah Ramah anak , ramah lingkungan ,nyaman dan aman sehingga apa yang kita harapkan mengantarkan peserta didik menjadi generasi emas Th 2045 tercapai.

(Aditya)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed