oleh

Tolak PIP, Warga Batu Beriga Audiensi Bersama DPRD Bateng

Okeyboz.com, Koba – Sampaikan Toglak Ponton Isap Produksi (PIP), 23 orang masyarakat bersama Aparat Desa Batu Beriga Kecamatan Lubuk Besar Kabupaten Bangka Tengah (Bateng) datangi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bateng.Bertempat di ruang Badan Musyawarah (Banmus) DPRD Bateng, Senin (18/11). Sebanyak 23 orang tersebut di sambut oleh Wakil Ketua I DPRD Bateng, Bahtianus, Wakil Ketua II DPRD Bateng, Supriyadi, Wakil Bupati Bateng, Yulianto satin, Kapolres Bateng, AKBP Slamet Ady Purnomo, S.IK, SH, MH, Danramil Koba, Mayor Sahudi, Ketua Komisi III DPRD Bateng, Era Susanto, Anggota Komisi III DPRD Bateng yakni Firman, Herman, Budi darma, Subandri dan Anandar. Tidak berselang lama Audiensi berlangsung, Ketua DPRD Bateng, Me hoa memasuki ruang Banmus DPRD Bateng menyerap aspirasi tersebut.Masyarakat Desa Batu Beriga langsung yang di komandoi, Kades Batu Beriga, Abdul Gani, Ketua BPD Batu Beriga, Darius.“Percobaan menambang timah di laut Batu Beriga sudah terjadi sejak tahun 2006 lalu. Kami masyarakat Batu Beriga dari dulu sudah sepakat menolak aktifitas dalam bentuk apapun di laut kami, karena kami mayoritasnya sebagai Nelayan,” kata Ketua BPD Batu Beriga, Darius setelah dalam Audiensi.
Ia juga mengatakan rencana keberadaan PIP di Desa Batu Beriga dapat menganggu stabilitas keamanan, ketertiban lingkungan masyarakat.“Kami berharap kepada DPRD Bateng menyelesaikan segera masalah ini, jangan berlarut larut. Kemana saja kami di bawa, kami siap asalkan tidak terjadi penambangan di Laut Desa Batu Beriga,” kata Darius.Darius mengaku di lapangan sudah menyebar selebaran yang tidak tahu siapa pelakunya. Kemudian membangun bangunan permanen yang katanya pos pengamanan aktifitas tambag di laut tersebut.“Sekarang sudah bertebaran selebaran di lingkungan masyarakat. Di pohon-pohon, di jalanan kertas sebanyak 3 lembar berhamburan membuat resah. Isi selebaran itu iming-iming kepada masyarakat agar mendukung aktifitas mereka, antara lain isinya 10 persen penghasilan untuk masyarakat Desa Batu Beriga. Sayangnya tidak tahu siapa pelaku penyebar selebaran ini,” katanya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed