by

Alasan Cemburu, Perempuan Yang Dinikahi ASN Dindik Prov Babel Ini Alami KDRT

Penulis Dedy Wahyudy || Editor : Adityawarman

OKEYBOZ.COM, PANGKALPINANG, — Menikah dengan pria tampan dan mapan menjadi sebuah idaman bagi kebanyakan wanita, begitu juga yang diharapkan wanita kelahiran 1981 ini, menikah 17 tahun yang lalu, berharap ingin hidup tenang bersama anak dan suami tercinta.

Namun harapan dan kenyataan sangatlah berbeda, ibu tiga anak ini sebut saja JW mendapat perlakuan kasar dari sang suami berinisial RI (38) sejak dirinya memiliki anak pertama mereka.

Menurut cerita JW kepada okeyboz.com, Kamis (21/5/2020) perlakuan keji dan tak manusiawi dari suami (RI) sering kali iya rasakan, bahkan terkadang jadi bulan – bulanan kemarahan sang suami saat dirumah, yang lebih menyakitkan perlakuan kasar dan keji itu tak segan dilakukanya dihadapan ketiga anaknya.

” Terkadang Ia marah tanpa alasan, terus perbuatan kasar dan ancaman sering kali dilakukan RI yang merupakan ASN di Dinas Pendidikan provinsi Babel ini didepan anak – anak ku tanpa kasihan, ” ucap JW sambil meneteskan air mata.

Perlakuan kasar dan keji ini sering kali dilakukanya, pokok e saya tuh dak boleh salah, langsung dipukul, ditinju, bahkan di injak – injak dilantai rumah, jika ku berkomentar,” ucap JW .

Setelah perlakuan kasar sang suami sekian lama, puncaknya, Jumat (15/5/2020),  Awalnya itu dirumahnya di kampung opas Pangkalpinang ada salah paham, terus cekcok mulut, dengan alasan RI ni cemburu.

” Setelah cekcok mulut dirumah, RI melakukan perbuatan kasarnya lagi dengan memukul ku diwajah dan kepala hingga lebam serta banyak mengeluarkan darah,

“Saya sempat minta tolong, gak bisa lari karena semua pintu dan jendela dikunci olehnya sedangkan anak – anak hanya bisa melihat dan menangis saat itu,” tutur JW

Besoknya, Sabtu (16/5/2020) JW kabur dan melarikan diri dari sekapan RI sang suami dan langsung melapor ke Poles Pangkalpinang,

Ini sudah sampai visum dokter, pendarahan luar biasa, masih ada lebam diwajah bekas pemukulannya,” ucap JW sambil menunjukan kepada okeyboz.com

Kenapa ibu melapor Ke Polisi ?

Karna sering mengalami perlakuan kasar,  jadi kalau seperti ini terus ga mungkin menjalani hidup bersama, jadi ada kesempatan melarikan diri, waktu itu langsung ke rumah orang tua untuk menyelamatkan diri, saya gak sanggup lagi pak,” keluh JW yang bekerja sebagai tenaga honor di Pemkot Pangkalpinang ini.

Menurut JW, PelakuĀ  RI (Suami- red) harus dihukum karena sudah tidak manusiawi lagi sering mengancam pake pisau, gunting bahkan senapang angin dan hinaannya membuat fisik dan psikisnya sangat terganggu.

Saya mau masalah ini tetap di proses, karna apa yang saya rasakan ini tidak manusiawi lagi, bukan hanya fisik tapi psikis juga terganggu, Kekerasan yang dilakukannya ini dari mulai ada anak pertama,” ” jelas JW yang di dampingi LSM Perlindungan dan Pemberdayaan Hak- Hak perempuam.(P2H2P) Zubaidah, yang beralamat di Jl Elang Raya Perumnas Bukit Merapin.

Sementara Kasat Reskrim Polres Pangkalpinang  AKP Adi Putra saat dihubungi OKEYBOZ.COM melalui telepon membenarkan kasus tersebut dan mengatakan masih dalam proses sidik.

Memang benar ada laporan kasus KDRT tersebut, sesuai dengan laporan polisi nomor LP B-194/V/2020/SPKT RES PKP tanggal 16 Mei 2020, untuk selanjutnya jika tidak ada perdamaian dan pencabutan dari istrinya akan terua dilanjutkan,” jelas Adi Putra.

Senada ditambahkan IPDA Rizka Siti A.S.Tr.K penyidik kasus KDRT tersebut, mengatakan berkasnya sudah dikirim ke jaksa.

” Kami sudah kirim SPDP ke Jaksa, status pelaku sudah jadi tersangka, tetapi
Pelaku sendiri belum ditahan. Untuk proses selanjutnya nanti dikabarin lagi,” jawabnya singkat.

LSM Perlindungan dan Pemberdayaan Hak- Hak perempuam (P2H2P) Zubaidah menyesalkan apa yang sudah dilakukan oleh pelaku dengan perbuatan kasarnya.

” Sebagai pendamping kasus ini, kita minta keadilan dari penegakan hukum, jangan sampai kejadian seperti ini tidak membawa efek jera kepada pelaku dan tidak ada pembelajaran hukum kepada masyarakat kita, karena sudah ada  undang – undang  KDRT ini,” kata Zubaidah.

Karena sudah banyak kejadian kekerasan  dirumah tangga semacam ini dianggap sepele, padahal ini menyangkut harkat hidup perempuan dan pada saat kejadian anak- anak ada di situ,

Bila rumah tangga tidak ada kenyamanan dan kedamaian dalam rumah tangganya, akan berpengaruh pada anak – anak, dan itu menjadi potret keluarganya.

Kalau ini tidak ada efek jera kepada pelaku, saya rasa akan sia – sia Undang – undang ini.

Memang kondisi covid19 ini kita memaklumi kinerja aparatur hukum, selaku pendamping di kasus ini kita hanya minta supaya kasus ini jangan hanya dari satu sisi saja tetapi banyak sisi Karena dampakĀ  dari kDRT untuk anak bangsa sangat tidak baik,” tegasnya.

Sementara RI yang dihubungi media ini melalui telepon berkali – kali, terdengar nada tidak bisa dihubungi. (OB)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed