by

Desri Susilawani : Mendongeng, Menularkan Rasa Bahagia

Penulis : Kulul Sari

OKEYBOZ.COM, PANGKALPINANG,- Namanya tidak asing dan sangat familiar di Bangka Belitung. Ia telah menekuni dongeng sejak mengajar di Bandung, hingga sekarang menetap di tanah kelahirannya.

Bundes, demikian Ia biasa di sapa. Desri Susilawani adalah nama lengkapnya. Ia sering menyapa dan mendongeng untuk anak-anak PAUD / TK, SD hingga siswa tingkat SMP, SMA bahkan untuk ibu-ibu. Semuanya tergantung undangan mendongeng yang ia terima.

“Tergantung panitia yang mengundang. Paling sering untuk anak PAUD / TK dan SD. Tapi mengisi juga buat remaja. Bahkan pernah menyampaikan dongeng untuk PKK Kabupaten Bangka Selatan pada peringatan hari ibu,” ungkapnya ketika dikencani media ini rabu (29/10/2020)

Desri sangat serius untuk menekuni dunia yang identik dengan anak-anak. Hal ini karena pengalaman masa kecilnya yang begitu membekas hingga membuatnya begitu tertarik. Sejak anak-anak orangtuanya sering bekisah alias mendongeng kepadanya,

“Dari kecil orangtuaku sering dan selalu bekisah atau mendongeng kepadaku. Bahkan sering dibelikan buku cerita buat bacaan sebagai oleh-oleh. Terus saat mulai berkecimpung di dunia pendidikan anak,ternyata kegiatan mendongeng menjadi favorit,” ujarnya

Keseriusannya mendongeng dan kecintaannya pada dunia yang ini dibuktikannya dengan bergabung dan membentuk Kampong Dongeng (Kado) Bangka Belitung pada tahun 2014,

Banyak suka duka yang telah ia lalui bersama rekan-rekan sesama pendongeng. Dan setiapkali mendongeng tentu selalu punya pengalaman yang berbeda. Apalagi bila sudah bertemu dengan kerumunan anak-anak. Bagi Desri setiap ketemu anak-anak selalu tertular rasa bahagia.

Dari pengalaman yang telah ia lalui, ada hal yang sangat berkesan ketika ia mendongeng. Dan hal ini merupakan pengalaman yang tidak akan terlupakan,

“Suatu ketika kami diundang mendongeng di Pulau Nangka. Saat itu tim dongeng mau nyeberang ke Pulau Nangka dan harus turun ke laut karena laut sedang surut, kemudian naik perahu yang telah disiapkan. Sementara itu anak-anak katanya sudah menunggu sejak jam tujuh pagi, sedangkan rommbongan kami baru bisa berangkat nyebrang jam sembilan. Sampai disana kami disambut bagai artis, huh…luar biasa rasanya. Mereka sepertinya sangat butuh hiburan,” ungkapnya

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed