by

Transformasi Peran Humas Di Era Revolusi Industri

Penulis : Budi Setyo Wicaksono, S.I.Kom
(Pranata Humas DPRD Provinsi Kep. Bangka Belitung) || Editor : Adityawarman

OKEYBOZ.COM, PANGKALPINANG — Dalam era Revolusi Industri 4.0, kita disajikan dengan kecanggihan dan kemutakhiran teknologi dari Internet of Things (IoT), Big Data, Artificial Intelligence (AI), human-machine interface, Cloud, Computer Quantum, robot, 3D printing, Augmented Reality and Virtual Reality (AR/VR), hingga Mixed Reality.

Sama halnya dinamika perkembangan pada dunia kehumasan yang berkembang pesat di era reformasi dan teknologi digital saat ini. Oleh karena itu peran praktisi humas harus dapat menempatkan peran strategis dalam fungsi manajemen dengan bertransformasi dan berevolusi.

Dengan perkembangan teknologi yang pesat, membuat orang dengan mudah membuat konten digital. Perkembangan tersebut tentunya salah satu tantangan yang semakin komplek yang dihadapi oleh praktisi humas. Oleh karena itu, para praktisi humas harus paham dalam membangun reputasi, mensosialisasikan keberhasilan yang positif kepada publik.

Menurut data dari Webershandwick, perusahaan public relations dan pemberi layanan jasa komunikasi, untuk wilayah Indonesia ada sekitar 65 juta pengguna Facebook aktif. Sebanyak 33 juta pengguna aktif per harinya, 55 juta pengguna aktif yang memakai perangkat mobile dalam pengaksesannya per bulan dan sekitar 28 juta pengguna aktif yang memakai perangkat mobile per harinya.
Pengguna Twitter, berdasarkan data PT Bakrie Telecom, memiliki 19,5 juta pengguna di Indonesia dari total 500 juta pengguna global. Twitter menjadi salah satu jejaring sosial paling besar di dunia sehingga mampu meraup keuntungan mencapai USD 145 juta.

Menurut data Dewan Pers ada sekitar 47.000 media, termasuk media online, radio, TV dan 2000 media cetak. Dan pertanyaannya, di antara sekian banyak media itu, manakah yang menyajikan informasi berimbang dan akurat bagi publik?

Esensinya adalah humas dan media sosial sudah menjadi tools terkait dan punya peran yang besar. Nah, alhasil informasi apapun bisa menjadi viral karena aplikasi-aplikasi tersebut.

Jumlah pengguna media sosial yang begitu banyak sekaligus mempunyai kebiasaan baru, yaitu berbagi dan bersosialisasi. Informasi yang unik hingga kontroversi, semuanya bisa menjadi viral.

Menurut CEO 5WPR Ronn Torossian, seperti yang dikutip dari forbes.com ada empat catatan yang harus diperhatikan praktisi praktisi humas di era digital yaitu Berevolusi, Brand Stories, Online Influencers, dan Global Brand Manfaatkan Media Online.

Praktisi humas harus dapat menjadi peran strategis dalam fungsi manajemen dengan bertransformasi dan berevolusi. Profesi praktisi humas semakin dituntut tidak hanya sebagai mulut dari sebuah organisasi, tapi juga menjadi mata dan telinga bagi perusahaan.

Profesi ini dituntut memiliki kemampuan lebih dari sekadar komunikasi. Mengapa harus berevolusi? Hubungan antara marketing, legal, human resources, finance dan operation dengan profesi praktisi humas itu semakin dekat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed