by

Apa Kabar Dugaan Kasus Pengadaan Oksigen Konsentrator di RSUD Sejiran Setason

 

 

Foto : Ilustrasi , (sumber- Net)

 

 

Penulis : La Ode M. Murdani // Editor : Adityawarman

OKEYBOZ.COM, MENTOK — Hampir dua tahun kasus dugaan korupsi pengadaan oksigen konsentrator di tubuh RSUD Sejiran Setason masih berstatus penyelidikan.

Walaupun, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menemukan adanya kerugian negara dalam kasus dugaan korupsi tersebut.

Selain itu beberapa saksi diketahui telah dipanggil dan diperiksa keterangan oleh penyidik tipikor reskrim polres bangka barat

Kasat reskrim polres bangka barat AKP andri Eko mengatakan kasus dugaan tipikor tersebut masih dalam tahap klarifikasi ke pihak pihak terkait.

Akan tetapi Eko berhenti menanggapi ketika disinggung soal berapa jumlah saksi saksi yang telah diperiksa penyidik.

” masih tahap klarifikasi pak” ucap Eko singkat melalui pesan What App Selasa (17/11/2020).

Sementara dilangsirkan dari media sindonews.com Indikasi pelanggaran pengadaan oksigen konsentrator diduga terjadi di RSUD Sejiran Setason, Muntok, Bangka Barat. Berdasarkan data yang diterimanya, dalam sebuah perjanjian Kerjasama Operasi (KSO) penyediaan gas medik oksigen antara RSUD Sejiran Setason dengan PT Mutiara Pusaka Sejahtera.

Awalnya pada Februari 2018 jasa penyedia oksigen yakni PT Mutiara Pusaka Sejahtera datang ke RSUD Sejiran Setason untuk melakukan survei tempat.

Dalam suatu rapat beberapa saat kemudian, perjanjian KSO antara PT Mutiara Pusaka Sejahtera dengan RSUD Sejiran Setason dilaporkan ke Sekda Bangka Barat oleh Plt Direktur RSUD Sejiran Setason Yudi Widyansa, dan Kepala Dinas Kesehatan Bangka Barat.

Isi perjanjian KSO penyediaan gas medik oksigen antara RSUD Sejiran Setason dengan PT Mutiara Pusaka Sejahtera tersebut diikat dalam kontrak:

No. Pihak Pertama : 01/08/KSO-MPS/2017

No. Pihak Kedua : 800/291/1.02.02/2017

Kedua belah Pihak sepakat melakukan teken kontrak MoU KSO ditandatangani pada Mei 2018, dan mulai dilakukan pembayaran terhitung bulan Mei 2018.

Sementara pada Juli 2018, dilakukan konsultasi ke Kemendagri. Hasilnya rekomendasi dilakukan Lelang Ulang atau dibuat SK Bupati tentang kewenangan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), dalam menunjuk langsung si penyedia jasa oksigen. Tapi, hal tersebut diduga tidak pernah dilakukan oleh pihak RSUD Sejiran Setason.

Dalam hal ini, pembayaran dilakukan membuat kontrak perbulan dengan nominal Rp198.911.972 yang dilakukan atas pemakaian Fix 3.600.000 liter. Padahal pemakaian di RSUD Sejiran Setason dari hasil print out tidak sampai 3.600.000 liter.

KSO itu sendiri berlangsung selama 7 bulan dari Mei 2018 sampai November 2018. Perjanjian KSO penyediaan gas medik oksigen dibuat dan ditandatangani di Kota Muntok, pada 4 Agustus 2017 (dibuat tanggal mundur oleh kedua belah pihak).

Isi perjanjian KSO tersebut Pihak Pertama dan Pihak Kedua sama-sama menyatakan bahwa:

Sementara pada Juli 2018, dilakukan konsultasi ke Kemendagri. Hasilnya rekomendasi dilakukan Lelang Ulang atau dibuat SK Bupati tentang kewenangan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), dalam menunjuk langsung si penyedia jasa oksigen. Tapi, hal tersebut diduga tidak pernah dilakukan oleh pihak RSUD Sejiran Setason.

Dalam hal ini, pembayaran dilakukan membuat kontrak perbulan dengan nominal Rp198.911.972 yang dilakukan atas pemakaian Fix 3.600.000 liter. Padahal pemakaian di RSUD Sejiran Setason dari hasil print out tidak sampai 3.600.000 liter.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed