
Caption : Petani Padi Desa Rias Kecamatan Toboali, Kabupaten Bangka Selatan saat memupuk, Selasa (16/1/2023).
Penulis Deni Saputra
OKEYBOZ.COM, TOBOALI – Keterlambatan ketersediaan pupuk subsidi yang diperuntukkan bagi kelompok tani di Desa Rias, Kecamatan Toboali, Kabupaten Bangka Selatan, menjadi permasalahan yang serius bagi para petani, Selasa (16/1/2023).
Pasalnya, para petani sangat membutuhkan pupuk usai masa tanam padi selesai, hingga saat ini pupuk subsidi untuk petani padi pun tak kunjung datang.
Mirisnya, petani dibuat keadaan tanpa harus ada pilihan dengan menggunakan pupuk nonsubsidi di musim tanam pertama dengan harga 2 kali lipat dari pupuk subsidi sehingga dikhawatirkan akan membuat biaya produksi meningkat.
Triyono salah satu petani padi Desa Rias saat ditemui di ladang sawahnya mengeluhkan keadaan yang harus dialaminya.
Dirinya mengatakan kemungkinan ketersediaan pupuk subsidi di bulan februari nanti. “Ada tetapi datang dulu sudah itu habis, datang lagi bulan dua nanti,” ujarnya.
Sementara untuk musim tanam padi di tahun ini dirinya terpaksa harus menggunakan pupuk nonsubsidi. Sedangkan untuk per petak sawah dirinya harusnya menggunakan sepasang pupuk yaitu satu kampil urea dan satu kampil Phonska. Yang di harga Rp 340 ribu untuk pupuk nonsubsidi, kalau tidak ada terpaksa, kalau subsidi Rp 130 ribu Per kampilnya.
Triyono juga berharap pengiriman pupuk subsidi segera dilakukan agar ketersediaan pupuk subsidi tepat waktu.
Terpisah, Tahang selaku penyedia pupuk subsidi bagi 24 kelompok tani di Desa Rias, Kecamatan Toboali, Kabupaten Bangka Selatan, mengatakan hal tersebut lazim terjadi setiap tahunnya.
“Biasanya setiap tahun begitu, selalu bulan februari itu baru lancar,” kata Tahang produsen pupuk bersubsidi Desa Rias.
Tahang menyebutkan untuk saat ini sebagian petani menggunakan pupuk IP 200 (indeks pertanaman 2 kali) yang masih tersisa sebelumnya.
Sedangkan untuk IP 100 (indeks pertanaman 1 kali) dirinya mengatakan penanaman telah dimulai pada bulan November.
“Kalau untuk pupuk IP 100 tahun 2023 – 2024 ini itu penanaman kita itu mulai penyemaian kemarin tanggal 25 November, itu Kesepakatan kita, Pada tanggal 25 November kemarin itu kan masih ada sisa-sisa kuota pupuk IP 200 kemarin, nah itulah yang sebagian ada yang nebus yang masih ada sisanya sampai tanggal 31 Desember untuk IP 200,” ungkapnya.
Tahang pun memastikan, untuk indeks penanaman satu kali (IP 100) ketersediaan pupuk subsidinya tersedia di bulan Februari.
“kalau untuk IP 100 ini kelihatannya seperti yang sudah-sudah ini biasanya itu pada bulan februari baru pupuk dari distributor itu baru masuk ke kita karena sekarang ini masih dalam proses,” bebernya.
Dirinya mengakui ketersediaan kuota pupuk subsidi sudah ada namun saat ini dirinya belum membuat surat perjanjian jual beli (SPJB) dikarenakan belum mendapatkan kepastian apakah sudah dapat ditebus.
“Kalau di lihat di sini, di pubers ini memang sudah ada kuotanya cuma SPJB nya belum kita buat, kemudian dari sana juga belum ada menyampaikan bahwa itu sudah bisa kita tebus,” jelas Tahang.
Tahang berharap awal bulan februari, itu pupuk sudah bisa di salurkan, tapi juga tergantung dari distributor pusat. ” kalau sudah bisa kita tebus kita tebus, walaupun bulan ini umpamanya sudah bisa, kita tetap tebus, karena petani sangat butuh,” ujarnya.(OB)
Tidak ada komentar