Caption : Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Bangka Barat, Azmal AZ.
Editor: Wana
Penulis: Fatimah
OKEYBOZ.COM, BANGKA BARAT – Semangat bertanam padi di beberapa wilayah di Bangka Barat yang sempat mati suri beberapa waktu lalu, kini kembali bergairah.
Pertanian padi merupakan kegiatan penting dalam memenuhi kebutuhan pangan dan mendukung kehidupan berkelanjutan.
Melalui usaha dan dedikasi petani, kita dapat memproduksi beras dan memastikan ketersediaan pangan bagi masyarakat.
Teruslah bekerja keras dan berinovasi dalam mengembangkan metode bertani yang lebih efisien dan berkelanjutan.
Dengan semangat dan kerja keras, kita dapat mencapai keberhasilan dalam pertanian padi yang dibuktikan dengan panen padi hari ini.
Dan orang yang berada di balik panen padi ini, berkat tangan dingin Azmal AZ, yang tentunya kepala dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan.
Saat dibincangi okeyboz.com, Azmal menuturkan bahwa panen ini adalah cetak sawah pada Tahun 2016. “cukup banyak anggaran yang sudah digelontorkan untuk sawah dan irigasi ini. Setelah beberapa kali panen, kemudian terhenti,” ujar Azmal.
Menurutnya, Kondisi Covid juga menjadi penyebab terhentinya, sehingga sawah ini terbengkalai. ” Jadi setelah saya dilantik menjadi kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, saya diskusi dengan pak kades, bagaimana untuk menggalakkan kembali aktivitas bertanam padi ini,” tukasnya.
Diakui Azmal, Pada waktu penanaman, dirinya ikut mendampingi wakil bupati sekaligus mengecek apa saja kendala di lapangan, ternyata saluran irigasi menjadi kedalanya.
“Ada juga potensi untuk pengembangan lahan. Dari cetak sawah seluas 50 hektar akhirnya bisa menjadi 100 hektar. Untuk upaya ketahanan pangan, beberapa tahun ini kita tidak mendapatkan DAK karena kita belum ada payung hukum perdanya, Perda Lahan Pertanian berkelanjutan.
Kita baru memiliki Perbup. Perbup inilah yang akan kita usulkan untuk dijadika Perda. Tahapan untuk pembuatan Perda ini sudah kita lakukan, baik bahannya sudah diberikan ke teman-teman di dewan, rapat di dewan, studi banding ke daerah lain, ke kemenhumkam Babel juga sudah kita lakukan dan terakhir ke biro hukum meminta tanggapan dari Dinas Pertanian Provinsi Babel,” tukasnya.
Dijelaskan Azmal,dirinya juga sudah
sudah meminta dinas Pertanian Provinsi Babel agar segera memberikan tanggapannya.
” Alhamdulillah sudah ditanggapi dan sudah dikembalikan ke biro hukum provinsi. Dan setelah dikoreksi Biro hukum Provinsi dikembalikan ke biro hukum Babar untuk dikoreksi, mudah-mudahan dalam minggu ini dikirim balik dan tidak ada masalah lagi dan baru diparipurnakan, tinggal saya bawa ke Bappenas.” Ujarnya.
Azmal juga mengatakan Kenapa tadi Bupati menyebutkan hal ini tematik terhadap setiap OPD, karena anggaran dari dinas PUPR tidak bisa keluar, terutama yang berkaitan dengan irigasi. Jadi antara Perda dengan anggaran untuk kegiatan ini ada kaitannya.
Selain itu, kata Azmal untuk ketahanan pangan sendiri, apalagi dengan mahalnya harga beras saat ini dengan menggalakkan tanam padi, hal tersebut masih sulit untuk dilakukan untuk mencapainya.
“Jangankan kabupaten, negara saja belum mampu mengatasi hal tersebut. Namun dengan adanya digalakkan kegiatan menanam padi ini, akan mengurangi ketergantungan kita, ketergantungan masyarakat, muaranya akan menekan inflasi dengan menggunakan produk lokal kita sendiri,” ujar Azmal.
Menurut Azmal, luas lahan pertanian untuk padi di Bangka Barat mencapai 2.707 hektar Potensinya masih sangat besar jika dikembangkan dengan serius. (OB)
Tidak ada komentar