
Editor : Tri
Penulis : Fatimah
OKEYBOZ.COM, BANGKA BARAT – Peristiwa dugaan pencurian yang terjadi di Sekolah Dasar Negeri 8 Air Belo kecamatan Mentok, Kabupaten Bangka Barat pada Rabu (28/2/2024).
Peristiwa itu pertama kali diketahui oleh Joko (59), seorang petugas kebersihan SDN 8 Air Belo Mentok.
Joko terkejut usai dari mushola didekat sekolah pagi itu, mendapati ruang guru dan ruang kepala sekolah lampu ruangannya terang benderang serta kondisi ruang berantakan akibat ulah orang tak dikenal
Menurut Joko, setelah melihat kejadian itu, Ia segera berlari ke rumah tetangganya Muk Ali yang merupakan guru olahraga di SD tersebut, yang juga tinggal di lingkungan perumahan guru yang ada sekolah untuk menceritakan kejadian itu.
Diduga pelaku kenal dengan lingkungan sekolah. Karena dia langsung masuk kerumah petugas kebersihan yang ada dilingkungan sekolah.
“Kami menduga orang itu tahu dengan lingkungan sekolah. Terbukti sebelum membobol, dia mengambil kunci ruangan kepala sekolah dan ruang guru dari rumah pak Joko,” ujar salah satu guru di SDN 8 Air Belo.
Diceritakannya, pembobol mengambil kunci ruangan dirumah Joko melalui jendela. Jendela yang menggunakan kunci slot, tidak sulit untuk dibuka. Dari dokumentasi pihak sekolah, jendela tidak terlihat rusak. Cukup dengan gagang sendok atau garpu, jendela dengan kunci slot dapat dibuka dengan mudah.
Sejauh ini tidak ada barang berharga milik sekolah yang hilang. Hanya satu chromebook yang diambil tapi oleh si pembobol ditinggal dipojok sekolah, yang ditemukan oleh para murid pada pagi harinya.
“Hanya uang 30.000 rupiah saja yang hilang. Itupun uang yang ditemukan anak murid di sekolah ini. Kami memang mewajibkan murid-murid kami, jika menemukan uang di lingkungan sekolah, tolong dikembalikan ke sekolah karena bukan milik mereka,” ujarnya.
Kepala sekolah di SDN 8 Air Belo, yang dihubungi via telepon whatsapp membenarkan kejadian itu.
“iya benar, telah terjadi pembobolan di sekolah kami hari ini, Rabu (28/2/2024).
Diperkirakan terjadi pada dini hari hingg subuh. Tidak ada barang berharga milik sekolah yang hilang, hanya satu chorembook yang tergeletak di pojok sekolah, yang ditemukan murid-murid kami.
Sepertinya si pembobol tidak jadi membawanya karena ketika dinyalakan ada password dan juga logo TUT WURI HANDAYANI. Jadi kami menduga hal inilah yang menyebabkan chromebook ini tidak jadi dibawa, terus ditinggalkan begitu saja di pojok sekolah,” ujar kepala sekolah Farida.
Sementara di ruang guru tidak ada barang berharga yang hilang, hanya kulkas yang biasa menjadi tempat para guru menyimpan makanan atau kue-kue tampak kosong karena dmakan oleh si pembobol. Sisa-sisa makanan ditemukan dibelakan ruang guru.
Senada dengan istri Joko, Martina yang membenarkan kejadian dugaan pencurian tersebut. ” Bapak itu berangkat ke mushola biasanya sekitar pukul 4 lewat. Nah, sepulangnya bapak dari mushola biasanya bapak langsung ke sekolah dan terkejut ketika masuk ke halaman sekolah, ruang kepala sekolah sudah terbuka, berantakan dan terang benderang,” ujar Martina, istri Joko yang juga bekerja sebagai guru di sekolah itu.
Menurut Martina Biasanya Joko menginap di rumah itu, tapi sang suami malam tadi pulang kerumah pribadi mereka, yang letaknya tidak jauh dari sekolah karena merasa kurang enak badan.
Atas kejadian itu, Kemudian Martina bergegas melaporkan ke pj Kades Air Belo, Armus dan Babinkamtibmas Desa Air Belo, Fery.
Fery kemudian mengontak Kapolsek Mentok, AKP Bhaskara Githea lErlangga. Tak lama, kapolsek tiba di SDN 8 Air Belo untuk melihat kondisi ruang guru dan ruang kepala sekolah.
Pantauan media okeyboz.com pagi itu, suasana sepi karena kegiatan belajar mengajar sedang berlangsung. Ketika menuju ruangan kepala sekolah yang terletak di bagian depan, hanya ada seorang petugas TU di ruangan.
Sedangkan Kepala sekolah tidak berada di tempat, karena sedang melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Mentok.
Ruangan kepala sekolah memang tampak berantakan, lemari-lemari pajang yang terbuat dari kaca aluminium diacak-acak sehingga isinya keluar, sebagian dari lemari pajang.
Di ruangan itu disimpan juga 15 unit Chromebook (laptop mini) inventaris sekolah yang merupakan bantuan dari Kementrian Pendidikan.
Hingga berita ini diturunkan, kapolsek Mentok belum merespon pesan whatsapp dan telepon dari media ini. (OB)
Tidak ada komentar