
Editor : Tri
Penulis : Hairul Sandi Mantowi, S.sos
OKEYBOZ.COM, BANGKA – Peluang dan Tantangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Dalam Mewujudkan Ekonomi Kemaritiman Melalui Leading Sector Pembangunan
Secara historis pada tanggal 19 Mei 1998 Sidang Pleno MSC-69 IMO resmi telah menerima (adopt) tiga ALKI yang diusulkan oleh Indonesia.
Dalam hal ini Indonesia mengusulkan untuk menetapkan alur-alur laut kepulauan yang sesuai dengan ketentuan Konvensi Hukum Laut 1982. Instansi terkait seperti TNI-AL dan Ditjen Perhubungan Laut menjadi support system untuk menyiapkan perangkat-perangkat yang akan digunakan dalam menetapkan ALKI (alur laut kepulauan Indonesia). Pada sistem ALKI peta-peta navigasi disiapkan sebagai bentuk perangkat yang akan mempermudah penglihatan ALKI.
Untuk pembuatan-peta-peta navigasi ini diperlukan persiapan-persiapan yang mantang seperti pemantauan (monitoring), pengintaian (surveillance) dan pengawasan (controlling). Persiapan ini akan membantu pelayaran dan penerbangan internasional akan melewati jalur cepat Indonesia dan juga menambah pemasukan (devisa) melalui tarif dan jasa pada ALKI-ALKI tersebut.
Implementasi ALKI pada tingkat nasional, ditetapkan melalui serangkaian kegiatan penting diantaranya dengan menetapkan garis-garis pangkal kepulauan Indonesia dan koordinat-koordinat ketiga ALKI tersebut. Garis-garis pangkal kepulauan yang dilewati salh satunya kepulauan Natuna yang dilabeli ALKI-I, lalu ada Kepulauan Bangka Belitung.Natuna sebagai daerah yang ditetapkan menjadi ZEE dalam Peraturan Pemerintah No.6 /1998 tentang Daftar Koordinat Titik-titik Garis PangkaI Kepulauan Indonesia. Dalam sidang IMO Indonesia merupakan negara pertama yang menetapkan alur Iaut kepulauannya sesuai ketentuan Konvensi Hukum Laut 1982 .
Sejalan dengan keputusan MSC-69 seperti tersebut di atas, dalam rangka pemberlakuan ALKI secara internasional, Pemerintah RI diwajlibkan untuk mengundangkannya dalam peraturan nasionalnya dan disampaikan kepada IMO untuk diumumkan.
IMO memiliki pengaruh yang besar dalam pembentukan dengan hal berkaitan tentang zona laut. Perencaan ALKI ini memerlukan dukungan IMO, karena dimensi IMO memiliki jaringan internasional sehingga kapal-kapal asing akan ditetapkan hak-hak dan kewajibannya ketika melewati ALKI. Dalam hal ini Kementrian Hukum sudah membuat UU yang mengatur tentang regulasi ALKI dan ketetapan yang diberikan bagi kapal-kapal yang melintasi ALKI ini.
Namun disisi lain dengan dibukanya ALKI membuat Indonesia terutama daerah-daerah yang dilewati jalur utama ALKI was-was. Pertimbangan utama adalah persoalan pertahanan keamanan negara dan kondisi hidro-oseanografi (karang, kedalam laut, air laut, cuaca). Kondisi ini harus membutuhkan navigasi yang akurat agar ALKI menjadi jalur yang aman untuk dilwati kapal-kapal.
Selain itu kerentanan jalur ALKI memungkinkan dalam penyelundupan, pengedaran narkoba, dan kejahatan internasional harus benar-benar di waspadai.
Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (disingkat Babel) adalah sebuah provinsi yang berdiri 9 Februari 2001. Provinsi ini berada di Indonesia bagian barat. Dua pulau utama Bangka dan Belitung menjadi pusat ekonomi provinsi ini. Bangka Belitung memiliki total 470 pulau dengan 50 pulau yang berpenghuni.
Jika dilihat dari letak geografi, Bangka Belitung memiliki posisi yang strategis. Bangka Belitung masuk kedalam zona ekonomi khusus, artinya provinsi ini digenjok atau diprioritaskan untuk mengembangkan potensi yang ada. ALKI-I melewati Bangka Belitung yang dimana hal ini merupakan keuntungan sekaligus tantangan .
Berdasarkan data dari Dinas Pariwisata Belitung, maka Kabupaten/kota Bangka Belitung memiliki potensi untuk dikembangkan dari segi transportasi dan eko maritim. Dari data Dispar Belitung tahun 2017 sebanyak 381.000 ribu orang mengunjungi Pulau Belitung.
Potensi wisata bahari yang sangat banyak dan asli menjadikan banyak wisatawan tertarik mengunjungi Pulau Belitung. Resort dan real estate, serta hotel mewah berkelas berada di dekat Pantai daerah Kabupaten Belitung. Kemudahan akomodasi ke Bandara/Pelabuhan menjadi salah satu potensi yang sangat besar.
Dengan banyaknya jumlah wisatawan yang berkunjung maka potensi transportasi seperti tour trip, penyebrangan antar pulau ke Bangka-Sumatera-Kalimantan dapat terlaksana dengan mudah. Lalu TOL laut juga dapat di kembangkan dengan memanfaatkan Selat Nasik yang berada di antara Pulau Bangka dan Belitung. Selat ini mempercepat jalur perkapalan dari Jakarta ke Natuna.
Dengan memanfaatkan potensi ini maka, dapat diperoleh biaya TOL bagi kapal-kapal besar. Selain itu Kapal lokal Pelni seperti KM.Lawit, KM.Leuser, dan Raflesia tujuan pontianakn melewati Belitung untuk menuju Pontianak. Pelabuhan Tanjung Pandan/ dan anjung Batu yang berada di Kabupaten Belitung yang biasanya mengangkut Penumpang 1000 orang dan barang bongkar muat. Dengan adanya potensi ini maka Kabupaten Belitung memiliki potensi transportasi yang dapat dikembangkan menjadi Go-Internasional.
Gambar diatas merupakan jalur ALKI, jika berdasarkan gambar, Bangka Belitung merupakan daerah yang dilewati oleh ALKI. Posisi ini sangat strategis terutama pada segi ekonomi. Banyak kapal-kapal internasional melewati Bangka Belitung untuk mencari alternatif tercepat.
POTENSI
Kepulauan Bangka Belitung memiliki potensi untuk mengembangkan wilayah dengan memanfaatkan jalur ALKI. Salah satunya melalui industri perikanan. Industri dapat dikatakan sebagai sektor pemimpin (leading sector), yaitu pembangunan industri dapat memacu dan mengangkat pembangunan sektor-sektor lainnya seperti sektor perdagangan, pertanian, ataupun sektor jasa (Arsyad, 1999) dalam (Eliza,Y 2015).
Selain sektor industri perikanan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung membutuhkan pengembangan pelabuhan. Pelabuhan Tanjung Batu Belitung memiliki potensi untuk dikembangkan pada sektor jasa ini.
Pengembangan pelabuhan akan meningkatkan kunjungan kapal kargo dan aktivitas bongkar muat. Selain itu Pelabuhan Tanjung Batu dapat menawarkan jasa antara lain fasilitas bongkar muatan kapal, instalasi air bersih dan bahan bakar minyak, industri lain sehingga pelabuhan ini dapat menjadi pelabuhan skala internasional.
Selama ini pengisisan bahan bakar kapal-kapal kargo yang melintasi daerah barat, hanya berpusat di Batam (Indonesia) dan luar negeri (Singapura) . Melihat celah ini apabila dibangun pelabuhan yang memadai maka perputaran uang menjadi sangat cepat, sehingga bagus untuk pendapatan daerah. Fokus dari pembangunan ini yaitu pada sektor jasa.
TANTANGAN DAN ANCAMAN
Dengan dibukanya jalur internasional, mememiliki resiko untuk menghapai ancaman hankam (pertahanan dan keamanan) yang berasal dari internasional. Ancaman ini dapat berupa militer dan non-militer. Ancaman militer diantaranya infiltrasi kedaulatan negara, baik itu illegal fishing, narkoba, atau teroris merupakan ancaman yang nyata dan harus dihadapi . Sedangkan untuk non militer lebih kearah sektor ekonomi, sosial, dan budaya. Ancaman ini dapat diafiliasi dengan modus-modus yang lebih modern.
Tantangan untuk menghadapi ancaman pertahanan dan keamanan harus di antisipasi dengan cara-cara yang lebih modern.
Cara untuk mengantisipasi ancaman ini yaitu :
1. Memperkuat pertahanan laut, dengan cara meningkatkan jumlah alutsista TNI AL.
2. Modernisasi sistem satu pintu.
Sistem ini digunakan untuk menghindari kasus-kasus KKN yang terjadi di lapangan. Dengan modernisasi mulai dari sistem pembayaran di pelabuhan, maka akan mempersempit praktik KKN.
3. Melakukan pengawalan dan pengawasan secara rutin dan berintegritas.
Oleh karena itu untuk memanfaatkan jalur ALKI menjadi nilai ekonomis Bangka Belitung, harus menyiapkan berbagai kesiapan untuk menghadapai tantangan dan ancaman yang akan terjadi.
REFERENSI
Eliza, Y. (2015). Pengaruh Investasi, Angkatan Kerja dan Pengeluaran Pemerintah terhadap Pertumbuhan Ekonomi di Sumatera Barat. PEKBIS (Jurnal Pendidikan Ekonomi Dan Bisnis), 7(3), 198-208.
Maritim (2017).
Pemanfaatan alki bagi pembangunan wilayah tertinggal . link: http://maritimnews.com/2017/10/pemanfaatan-alki-bagi-pembangunan-wilayah- tertinggal/ diakses pada 8 Juni 2021
Kontan, R. (2021).
babel-cari-investor-untuk-pelabuhan-tanjung-batu https://regional.kontan.co.id/news/babel-cari-investor-untuk-pelabuhan-tanjung-batu diakses pada 8 Juni 2021.
Wikipedia. (2021). Kepulauan Bangka Belitung. https://id.wikipedia.org/wiki/Kepulauan_Bangka_Belitung diakses 8 Juni 2021
Tidak ada komentar