Bang Din Mengaku Dianiaya Kaling kampung Bukit, Dihantam Hingga Kulit Mengelupas Seperti Disiram Cuka

waktu baca 3 menit
Sabtu, 6 Apr 2024 23:29 30 Admin

Caption: Tangan korban mengalami luka akibat penganiayaan pelaku, (ist)

 

Penulis: Aditya.

OKEYBOZ.COM, BANGKASELATAN -Mahmudin bin Solihin menceritakan dianiaya oleh seseorang dengan inisial M.R alias Am yang merupakan kepala lingkungan (kaling) kampung Bukit Gg Todal, kecamatan Toboali kabupaten Bangka Selatan (Basel), Sabtu (6/4/2024)

Korban berusia 64 tahun yang biasa disapa Bang Din ini, mengaku dianiya oleh pelaku dekat rumahnya sendiri sekira pukul 13:00 WIB.

Karena penganiayaan itu Bang din mengalami luka di bagian tangan dengan kulit mengelupas serta rasa pusing dikepala.

Penganiayaan itu berawal saat pelaku sedang mengukur lahan milik tetangga korban, yang terletak dipinggir rumahnya, dengan dalih untuk membuat surat SP3AT.

Namun, menurut Bang din (korban-red) pengukuran yang dilakukan pelaku itu tanpa pemberitahuan dulu dengannya yang berbatas langsung dengan lahan miliknya dan tetangga tersebut.

“Tiba – tiba datang langsung ngukur tanah, dak ngabar ape lah,” kata Bang din.

Karena ukuran yang disampaikan pelaku dianggap keliru, kemudian Bang Din meluruskan data ukuran yang menurutnya apa yang dia ketahui berdasarkan informasi almarhum mertuanya terdahulu.

Akan tetapi karena tidak terima, pelaku yang merupakan caleq gagal terpilih dari salah satu partai itu langsung mengambil batu bata untuk memukul Bang din.

” Ku hanya menyampaikan salah ukuran tu, tapi die (pelaku- red) langsung garang, terus mengambil batu bata untuk memukul ku,” ujar Bang din kepada media okeyboz.com grup, Sabtu (6/4).

Meski begitu, pelaku urung memukul menggunakan batu bata, namun pelaku meninju (memukul dengan tangan-red) wajah korban.

Setelah kalap, pelaku kemudian mengambil palu besi yang sudah dibawa sejak awal beserta parang, alat mengukur lahan, untuk memukul bang din.

Menurut Bang din, Kaling ini tidak sendirian, pada saat penganiayaan dirinya bersama 2 orang temannya yang ada dilokasi.

” Saat aku dihantam, ada 2 orang temannya yang ikut memegang diri ku, jadi dengan leluasa dia memukul ku membabi buta,” ujar Bang din yang disaksikan sang istri

Bang din mengaku jika tidak dipisahkan tetangga dan istrinya, pelaku semakin kalap.

” Luka kulit ni, pedih Bang kayak di kupas..merah mengeluarkan air, seperti luka karena cuka karet,”ujarnya sembari meringis kesakitan.

Dikatakan Bang din, pelaku harus mempertanggungjawaban perbuatannya, karena tingkah seperti ini sudah sering dilakukannya dengan semena – mena.

Dia berharap Pihak Polisi segera bertindak dan memberikan sangsi kepada pelaku.

” Pelaku ni, tahun lalu juga sama, disaat bulan puasa ade korban e dihantam die (pelaku-red) dengan samurai, sekarang ku yang dihantam e,” sebut Bang din.

Menurut Bang din, pelaku ni semena – mena karena merasa anaknya ada yang jadi polisi dan berdinas diwilayah hukum Polres Bangka Selatan.

” Die ni semena – mena, karena anak e ade yang jadi Polisi pak, tugas di Tanjung dulu e, Yo** nama e, jadi tu die ngerasa kebal,” tukasnya.

Atas kejadian itu, kata Bang din, Ia langsung melapor ke Polsek Toboali, Namun pihak polsek meminta untuk membuat laporan ke Polres Bangka Selatan serta langsung di visum dengan nomor : R/47/IV/Res 1.6/2024/ Reskrim, perihal visum et Repertum.

PLH kasat Reskrim Polres Bangka Selatan yang dihubungi okeyboz.com grup, Ipda Nauval Kurnia Rahman membenarkan kejadian tersebut atas laporan korban.

” Pengaduan sudah diterima sekarang masih dalam penyelidikan, untuk korban sudah di visum dan tinggal menunggu hasilnya. Kemudian sedang mengumpulkan barang bukti dan permintaan keterangan kepada saksi saksi yang terkait pak,” kata Ipda Nauval

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA
    error: Content is protected !!