Keluarga Diduga Korban Penganiayaan Oleh Kaling Kampung Bukit Gg Todal Masih Menunggu Hasil Visum ET Repertum Belum Keluar.

waktu baca 4 menit
Selasa, 9 Apr 2024 20:58 24 Admin

 

Caption : Luka Mengelupas Korban diduga Penganiayaan yang terjadi di kampung Bukit Gg Todal, kecamatan Toboali kabupaten Bangka Selatan (Basel), Sabtu (6/4/2024) lalu.

Penulis: Aditya.

OKEYBOZ.COM, TOBOALI – Keluarga korban diduga penganiayaan oleh seseorang yang inisial IMR alias Tm kepala lingkungan (kaling) kampung Bukit Gg Todal, kecamatan Toboali kabupaten Bangka Selatan (Basel), Sabtu (6/4/2024) lalu, hingga saat ini masih menunggu hasil visum et Repertum dari pihak kepolisian Polres Bangka Selatan.

Hal itu disampaikan langsung anak dari Mahmudin bin Solihin alias Bang din kepada okeyboz.com grup melalui pesan whatsapp, Senin (8/4/2024).

” Bang belum keluar visum e, hasil e dorang (polisi-red) yang ngambil,” kata anak korban.

Menurutnya, keluarga sangat menanti hasil dari visum et Repertum tersebut.

” Kami lah bilang kemarin, ayah kami tangan e lecet ngelupas, kepala e pening, dak pacak begawe, kami nunggu hasil e bang,” tukasnya.

Anak korban juga menyebutkan bahwa mereka menanyakan hasil visum itu kepada pihak kepolisian yang bernama Manca.

” Kemarin kami nanya hasil visum e dengan Pak Manca,” ujarnya.

Sementara Kapolres Bangka Selatan AKBP Trihanto Nugroho saat dihubungi jejaring tim Jobber (Journalis Babel Bergerak), Senin (8/4/2024), membenarkan laporan dari Mahmudin bin Solihin yang mengaku dianiaya oleh seseorang yang inisial IMR alias Tm kepala lingkungan (kaling) kampung Bukit Gg Todal, kecamatan Toboali kabupaten Bangka Selatan.

“Ya laporan nya sudah masuk kemarin, korban sudah diarahkan visum, dan sedang dilakukan pengumpulan bahan keterangan terkait laporan tersebut untuk memperjelas kejadian..trims,” jawab AKBP Trihanto Nugroho kepada tim Jobber.

# Sebelumnya ramai diberitakan”

Bang Din Mengaku Dianiaya Kaling kampung Bukit, Dihantam Hingga Kulit Mengelupas Seperti Disiram Cuka

Mahmudin bin Solihin mengaku dianiaya oleh seseorang yang inisial IMR alias Tm yang merupakan kepala lingkungan (kaling) kampung Bukit Gg Todal, kecamatan Toboali kabupaten Bangka Selatan (Basel), Sabtu (6/4/2024)

Korban berusia 64 tahun yang biasa disapa Bang Din ini, mengaku dianiya oleh pelaku dekat rumahnya sendiri sekira pukul 13:00 WIB.

Karena penganiayaan itu Bang din mengalami luka di bagian tangan dengan kulit mengelupas serta rasa pusing dikepala.

Penganiayaan itu berawal saat pelaku sedang mengukur lahan milik tetangga korban, yang terletak dipinggir rumahnya, dengan dalih untuk membuat surat SP3T.

Namun, menurut Bang din (korban-red) pengukuran yang dilakukan pelaku itu tanpa pemberitahuan dulu dengannya yang berbatas langsung dengan lahan miliknya dan tetangga tersebut.

Tiba – tiba datang langsung ngukur tanah, dak ngabar ape lah,” kata Bang din.

Karena ukuran yang disampaikan pelaku dianggap keliru, kemudian Bang Din meluruskan data ukuran yang menurutnya apa yang dia ketahui berdasarkan informasi almarhum mertuanya terdahulu.

Akan tetapi karena tidak terima, pelaku yang merupakan caleq gagal terpilih dari salah satu partai itu langsung mengambil batu bata untuk memukul Bang din.

” Ku hanya menyampaikan salah ukuran tu, tapi die (pelaku- red) langsung garang, terus mengambil batu bata untuk memukul ku,” ujar Bang din kepada media okeyboz.com grup, Sabtu (6/4).

Meski begitu, pelaku urung memukul menggunakan batu bata, namun pelaku meninju (memukul dengan tangan-red) wajah korban.

Setelah kalap, pelaku kemudian mengambil palu besi yang sudah dibawa sejak awal beserta parang, alat mengukur lahan, untuk memukul bang din.

Menurut Bang din, Kaling ini tidak sendirian, pada saat penganiayaan dirinya bersama 2 orang temannya yang ada dilokasi.

” Saat aku dihantam, ada 2 orang temannya yang ikut memegang diri ku, jadi dengan leluasa dia memukul ku membabi buta,” ujar Bang din yang disaksikan sang istri

Bang din mengaku jika tidak dipisahkan tetangga dan istrinya, pelaku semakin kalap.

” Luka kulit ni, pedih Bang kayak di kupas..merah mengeluarkan air, seperti luka karena cuka karet,”ujarnya sembari meringis kesakitan.

Atas kejadian itu, kata Bang din, Ia langsung melapor ke Polsek Toboali, Namun pihak polsek meminta untuk membuat laporan ke Polres Bangka Selatan serta langsung di visum dengan nomor : R/47/IV/Res 1.6/2024/ Reskrim, perihal visum et Repertum.

PLH kasat Reskrim Polres Bangka Selatan yang dihubungi okeyboz.com grup, Ipda Nauval Kurnia Rahman membenarkan kejadian tersebut atas laporan korban.

” Pengaduan sudah diterima sekarang masih dalam penyelidikan, untuk korban sudah di visum dan tinggal menunggu hasilnya. Kemudian sedang mengumpulkan barang bukti dan permintaan keterangan kepada saksi saksi yang terkait pak,” kata Ipda Nauval (OB)

 

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA
    error: Content is protected !!