Masyarakat Desa Batu Beriga Gelar Aksi Menginap di Kantor Gubernur Babel, Tuntut Pencabutan Izin Tambang PT Timah di Perairan Beriga

waktu baca 3 menit
Selasa, 29 Okt 2024 05:54 20 Admin

 

Editor: Aditya.

OKEYBOZ.COM, BANGKA BELITUNG – Ratusan warga Desa Batu Beriga, Kecamatan Lubuk Besar, Kabupaten Bangka Tengah, melakukan aksi bermalam di halaman Kantor Gubernur Bangka Belitung, Senin malam (29/10/2024). Mereka mendesak pemerintah mencabut Izin Usaha Pertambangan (IUP) PT Timah Tbk di perairan laut Desa Batu Beriga, yang dianggap merugikan lingkungan dan perekonomian masyarakat setempat.

Aksi ini digelar setelah beberapa kali pertemuan dan demonstrasi sebelumnya tidak membuahkan hasil. Bersama dengan dukungan dari Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) dan sejumlah mahasiswa Universitas Bangka Belitung (UBB), warga terus mendesak pencabutan izin tersebut. Para demonstran berharap kehadiran Penjabat (Pj) Gubernur Babel dapat membuka jalan dialog untuk menghentikan aktivitas tambang di laut mereka.

Tancap, seorang nelayan Desa Batu Beriga yang turut serta dalam aksi bermalam, mengungkapkan kekecewaan mendalam atas sikap PT Timah. Ia menyebut pihak perusahaan sama sekali tidak memberikan respon atau akses kepada masyarakat yang datang dengan damai.

“Kami datang ke sini dengan harapan dapat didengar, tapi malah dianggap seolah kami ini mau bertindak anarkis. Kami ingin berdialog, namun bahkan General Manager (GM) PT Timah pun tak sudi menemui kami, tak ada tanggapan sama sekali,” ujar Tancap, penuh kecewa. “Kami akan bertahan di sini sampai ada keputusan dari Pj Gubernur, kami tak akan pulang sebelum hak kami terpenuhi,” lanjutnya.

Menurut Tancap, masyarakat menolak tawaran Pemprov Babel untuk mendirikan tenda bagi para demonstran yang bermalam. Ia menegaskan, warga Desa Batu Beriga tidak membutuhkan belas kasihan, melainkan keadilan dalam bentuk pencabutan izin tambang.

Tidak hanya warga Desa Batu Beriga, sejumlah mahasiswa UBB juga turut serta dalam aksi ini. Hamka Sabara Adiguna, mahasiswa jurusan Ilmu Politik, menegaskan bahwa perjuangan ini akan terus dikawal hingga tuntutan masyarakat dikabulkan. Ia menilai kegiatan tambang di perairan Beriga tidak hanya mengancam lingkungan, tetapi juga merugikan ekonomi nelayan setempat.

“Kegiatan PT Timah di perairan Beriga tidak memperhatikan aspek ekologis dan ekonomi. Kami mahasiswa UBB akan terus mengawal sampai hak masyarakat dikembalikan dan izin tambang dicabut,” tutur Hamka dengan penuh semangat.

Warga yang telah menempuh perjalanan sekitar tiga jam dari desa mereka, memilih bertahan hingga esok hari di halaman Kantor Gubernur Babel. Mereka bertekad akan melanjutkan aksi hingga Pj Gubernur Babel memberikan keputusan yang memihak pada kesejahteraan dan keadilan masyarakat Desa Batu Beriga.

“Kalau tidak ada hasil besok, kami bermalam lagi di sini. Kami akan bertahan sampai IUP PT Timah dicabut. Kami hanya ingin laut kami tetap lestari dan bisa menjadi sumber penghidupan kami,” pungkas Tancap, menutup pernyataannya kepada wartawan.

Aksi ini menunjukkan bahwa masyarakat Desa Batu Beriga tidak akan menyerah dalam mempertahankan hak-hak mereka atas tanah dan laut yang selama ini menjadi sumber kehidupan. (OB)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA
    error: Content is protected !!