
PANGKALPINANG, OKEYBOZ.COM – Sidang perkara kelalaian yang menimbulkan kematian anak usia 10 tahun, Alm. Aldo, di Pengadilan Negeri Pangkalpinang, Kamis (15/01/2026). Kesedihan mendalam dari keluarga korban, namun juga menuai kritik karena suasana yang dianggap tidak sesuai dengan sifat kasus yang melibatkan nyawa manusia.

Ayah Alm. Aldo , yanto menyampaikan bahwa hakim menyatakan keadilan belum dapat diraih pada sidang ini, namun keluarga tetap bertekad untuk terus berjuang.
“Anak kami sudah meninggal, bukan binatang. Kami mencari keadilan karena melihat penanganan yang tidak profesional,” ujarnya.
Keluarga mengungkapkan kekesalan karena dokter spesialis yang bertanggung jawab, dokter Ratna tidak pernah hadir selama 24 jam sebelum Alm. Aldo meninggal.
Padahal nama dokter tersebut tercantum dan ditandatangani dalam berkas resmi. Mereka juga merasa disudutkan baik oleh hakim maupun pihak hukum terkait.
Salah satu pengunjung yang tidak ingin disebutkan namanya, mengkritik suasana sidang yang dianggap tidak sakral. Menurut mereka, terdapat kelompok yang tertawa selama persidangan, seolah-olah kasus kematian ini menjadi bahan lelucon.
“Persidangan seharusnya hal yang sakral. Saya baru pertama kali melihat kasus kematian dijadikan seperti ini, bahkan ada kalimat yang mengundang tawa,” ungkap pengunjung sidang.
Dia juga menyoroti ucapan salah satu hakim anggota yang menyebutkan tentang takdir Allah SWT.
“Jika semua dikembalikan pada takdir, kenapa ada kasus kematian pidana lainnya yang bisa dibuktikan kesalahannya? Kasus ini bukan malpraktek tapi kelalaian, dan kami punya semua bukti termasuk dari MDP,” jelasnya.
Keluarga korban dan pihak yang mendukungnya menyatakan akan terus melakukan upaya hukum berikutnya.
Tidak ada komentar