Pangkalpinang, OKEYBOZ.COM – Dalam rangka memperingati Bulan Bung Karno 2026, DPD PDI Perjuangan Kepulauan Bangka Belitung menggelar Seminar Nasional Mahasiswa dengan tema “Menyalakan Kembali Api Perjuangan Bung Karno: Kedaulatan Bangsa, Keberanian Berpikir, dan Peran Mahasiswa di Era Global”, Sabtu (13/6) di kantor DPD PDI Perjuangan Kepulauan Bangka Belitung.
Ratusan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi se-Bangka Belitung turut hadir mengikuti kegiatan yang bertujuan menanamkan nilai kebangsaan dan memperkuat persatuan generasi muda.
Wakil Bendahara Internal DPP PDI Perjuangan, Rudianto Tjen, menegaskan bahwa keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan Pancasila sebagai pemersatu bangsa harus dijaga sekuat tenaga.
Menurutnya, mempersatukan wilayah dari Sabang sampai Merauke bukanlah perjuangan ringan, dan jika terpecah belah, bangsa ini akan hancur.
“Kalau Indonesia terbelah, kita bisa saja butuh paspor untuk berkunjung ke Jawa, Sumatera, atau Papua, padahal semuanya adalah tanah air kita. NKRI dibangun dengan pengorbanan besar, jadi jangan sampai kita biarkan terpecah,” tegasnya.
Ia juga menyatakan bahwa tantangan utama yang harus dihadapi bersama bukanlah perselisihan internal, melainkan kemiskinan dan kebodohan yang menjadi “penyakit kronis” bangsa. Tantangan ini makin terasa di tengah gejolak ekonomi global dan kenaikan harga bahan bakar.
“Musuh kita bukan sesama kader, melainkan kemiskinan dan kebodohan. Semua harus bersatu padu untuk menyelesaikannya, bukan saling bersaing atau berpecah belah,” tambah Rudianto.
Sementara itu, Ketua DPD PDI Perjuangan Kepulauan Bangka Belitung, Didit Srigusjaya, menekankan bahwa prinsip utama perjuangan partai adalah memperjuangkan aspirasi rakyat, bukan soal menang atau kalah.
Ia menyebut mahasiswa sebagai perpanjangan suara masyarakat yang masukan dan kritiknya sangat dibutuhkan.
“Kami tidak akan pernah mengabaikan pendapat mahasiswa. Ruang dialog selalu kami buka setiap tahun agar ide dan gagasan generasi muda bisa menjadi dasar penyusunan program yang tepat sasaran,” ujar Didit.
Dalam kesempatan itu, Didit juga mengajak seluruh pihak menjaga iklim kondusif dan proses demokrasi yang berjalan sesuai aturan serta norma masyarakat.
Ia menyampaikan permohonan maaf atas keterbatasan ruang yang membuat tidak semua mahasiswa dapat hadir, namun berjanji akan menyiapkan ruang diskusi yang lebih luas pada kesempatan mendatang.
Kegiatan ini juga bertujuan membangun semangat gotong royong, memperluas jaringan antar mahasiswa, serta mengajak generasi muda menjadi bagian dari gerakan yang progresif sesuai semangat perjuangan Bung Karno: “Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa para pahlawannya.”(OB/W*)
Tidak ada komentar