PANGKALPINANG, OKEYBOZ.COM – Pemerintah Kota Pangkalpinang mengajak 6 pengurus Rukun Tetangga (RT) dan Rukun Warga (RW) terpilih periode 2026–2031 untuk bersinergi erat menjadi jembatan penghubung antara pemerintah dan masyarakat, di tengah tantangan efisiensi anggaran nasional yang mencapai defisit Rp41 triliun. Ajakan ini disampaikan dalam acara silaturahmi sekaligus pelantikan pengurus di Kantor Lurah Opas Indah, Kecamatan Tamansari, Jumat (10/7/2026).
Asisten Perekonomian dan Pembangunan (Asisten II) Sekretariat Daerah kota Pangkalpinang, Juhaini menyampaikan pesan resmi kepala daerah, yang berhalangan hadir karena berada di luar kota.
“Kepada pengurus RT dan RW yang baru terpilih, selamat bertugas. Anda adalah perpanjangan tangan pemerintah dan garda terdepan keberhasilan pembangunan di tingkat paling bawah,” ujar Juhaini.
Ia menekankan tiga pesan utama Wali Kota Pangkalpinang, mengutamakan musyawarah mufakat menyelesaikan setiap masalah lingkungan, memulai gerakan kebersihan lingkungan dari lingkup terkecil sebagai wujud kebersamaan, serta saling percaya dan mendukung percepatan pembangunan meski dengan keterbatasan anggaran.
Dalam pemaparan situasi keuangan negara dan daerah, Juhaini mengakui kondisi tahun ini menjadi yang paling sulit, selama ia bergabung di Tim Pemerintah Daerah. Defisit anggaran nasional pusat sebesar Rp41 triliun memicu penyesuaian menyeluruh, mulai dari alokasi Dana Alokasi Khusus (DAK) hingga pemangkasan biaya perjalanan dinas hingga 70 persen.
Bahkan kunjungan studi banding ke Tiongkok yang direncanakan pun dibatalkan, sedangkan perjalanan dinas ke Jakarta untuk kegiatan Pelatihan Pola Kepemimpinan Nasional Tingkat II pun harus menggunakan dana pribadi karena tidak ada alokasi anggaran daerah. Seluruh perjalanan dinas ke luar negeri kini dihentikan sementara waktu.
“Kondisi ini dirasakan seluruh daerah di Indonesia. Pelatihan yang saya ikuti, diikuti 40 peserta dari berbagai wilayah, hanya tiga dari pemerintah daerah. Intinya kita sama-sama berupaya menjalankan program nasional dengan sumber dana yang terbatas,” jelasnya.
Meski studi banding ke luar negeri dibatalkan, pelatihan tetap berjalan dengan materi setara standar internasional yang diselenggarakan bekerja sama dengan Monash University di dalam negeri.
Dalam silaturahmi ini, Juhaini memaparkan bahwa sistem pengendalian air kota bergerak dua arah, horizontal dari utara dan selatan, serta vertikal. Menghadapi tantangan limpasan air permukaan yang tidak terserap tanah di kawasan perumahan. Oleh karena itu, pemerintah berencana membangun sejumlah kawasan penampungan atau “kantong air” untuk mengatasi masalah banjir, yang diharapkan dapat terwujud sepenuhnya hingga tahun 2045.
“Pengurus RT dan RW yang baru dilantik akan mengikuti kegiatan pembekalan resmi pada Senin (14/7/2026). Narasumber akan diisi langsung oleh Wali Kota, Wakil Wali Kota, serta unsur pimpinan daerah lainnya untuk memberikan panduan teknis dan arahan tugas,” ungkapnya.
Juhaini berharap pengurus terpilih dapat menjadi pelopor gerakan gotong royong, menyampaikan aspirasi warga dengan tepat, serta bersama-sama menyukseskan program pemerintah meski di tengah keterbatasan:
“Jadilah mitra yang saling menguatkan. Mari kita mulai dari hal sederhana, menjaga kebersihan lingkungan sendiri, bermusyawarah menyelesaikan masalah, dan bergerak bersama demi Pangkalpinang yang lebih baik,” tutur Juhaini.(OB/W*)
Tidak ada komentar