{"id":131377,"date":"2026-10-16T19:55:05","date_gmt":"2026-10-16T12:55:05","guid":{"rendered":"https:\/\/okeyboz.com\/?p=131377"},"modified":"2026-10-16T19:55:05","modified_gmt":"2026-10-16T12:55:05","slug":"literasi-dan-arsip-digital-dkp-bangka-tengah-perluas-akses-pengetahuan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/okeyboz.com\/index.php\/2026\/10\/16\/literasi-dan-arsip-digital-dkp-bangka-tengah-perluas-akses-pengetahuan\/","title":{"rendered":"Literasi dan Arsip Digital, DKP Bangka Tengah Perluas Akses Pengetahuan"},"content":{"rendered":"<p>BANGKA TENGAH, OKEYBOZ.COM \u2014 Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (DKP) Kabupaten Bangka Tengah terus memperkuat budaya literasi masyarakat sekaligus melestarikan sejarah daerah melalui pengembangan perpustakaan desa dan digitalisasi arsip.<\/p>\n<p>Kepala DKP Bangka Tengah, Dr. Yardiansyah, mengatakan perpustakaan desa dan kelurahan perlu menjadi pusat pembelajaran masyarakat yang tidak hanya menyediakan buku, tetapi juga mendukung pengembangan pengetahuan dan keterampilan warga.<\/p>\n<p>Hingga 2025, sebanyak 36 perpustakaan desa dan kelurahan di Bangka Tengah telah menerima bantuan buku dari Perpustakaan Nasional RI. DKP juga menjalankan layanan Baling Bambu (Baca Keliling Tambah Ilmu) yang menjangkau sekolah, desa, dan kelurahan, serta berkolaborasi dengan PKK, Bunda Literasi, dan komunitas untuk meningkatkan minat baca.<\/p>\n<p>\u201cMenumbuhkan minat baca harus dimulai sejak usia dini dan dilakukan secara berkelanjutan,\u201d ujar Yardiansyah di Koba, Jumat (16\/10\/2026).<\/p>\n<p>Di bidang kearsipan, DKP mengoptimalkan penerapan Sistem Informasi Kearsipan Dinamis Terintegrasi (SRIKANDI) di lingkungan organisasi perangkat daerah serta mendorong penerapannya secara bertahap di desa dan kelurahan.<\/p>\n<p>Selain itu, digitalisasi cerita rakyat dan sejarah desa di 63 desa dan kelurahan dilakukan agar informasi mengenai identitas dan perjalanan daerah dapat diakses masyarakat melalui barcode di Perpustakaan Daerah.<\/p>\n<p>\u201cArsip bukan hanya dokumen administratif, tetapi juga rekam jejak perjalanan pemerintahan dan memori kolektif daerah,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p>Melalui pengembangan perpustakaan, layanan literasi keliling, dan digitalisasi arsip, DKP Bangka Tengah berharap akses pengetahuan masyarakat semakin luas serta dokumen penting dan sejarah lokal tetap terjaga untuk generasi mendatang.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BANGKA TENGAH, OKEYBOZ.COM \u2014 Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (DKP) Kabupaten Bangka Tengah terus memperkuat budaya literasi masyarakat sekaligus melestarikan sejarah daerah melalui pengembangan perpustakaan desa dan digitalisasi arsip. Kepala DKP Bangka Tengah, Dr. Yardiansyah, mengatakan perpustakaan desa dan kelurahan perlu menjadi pusat pembelajaran masyarakat yang tidak hanya menyediakan buku, tetapi juga mendukung pengembangan pengetahuan dan keterampilan warga. Hingga 2025, sebanyak 36 perpustakaan desa dan kelurahan di Bangka Tengah telah menerima bantuan buku dari Perpustakaan Nasional RI. DKP juga menjalankan layanan Baling Bambu (Baca Keliling Tambah Ilmu) yang menjangkau sekolah, desa, dan kelurahan, serta berkolaborasi dengan PKK, Bunda Literasi, dan komunitas untuk meningkatkan minat baca. \u201cMenumbuhkan minat baca harus dimulai sejak usia dini dan dilakukan secara berkelanjutan,\u201d ujar Yardiansyah di Koba, Jumat (16\/10\/2026). Di bidang kearsipan, DKP mengoptimalkan penerapan Sistem Informasi Kearsipan Dinamis Terintegrasi (SRIKANDI) di lingkungan organisasi perangkat daerah serta mendorong penerapannya secara bertahap di desa dan kelurahan. Selain itu, digitalisasi cerita rakyat dan sejarah desa di 63 desa dan kelurahan dilakukan agar informasi mengenai identitas dan perjalanan daerah dapat diakses masyarakat melalui barcode di Perpustakaan Daerah. \u201cArsip bukan hanya dokumen administratif, tetapi juga rekam jejak perjalanan pemerintahan dan memori kolektif daerah,\u201d jelasnya. Melalui pengembangan perpustakaan, layanan literasi keliling, dan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":0,"featured_media":131378,"comment_status":"open","ping_status":"","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[2],"tags":[90,5741,6980,3070,29470,7151,2423,7407,6102],"class_list":["post-131377","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita","tag-bangka","tag-akses","tag-arsip","tag-digital","tag-dkp","tag-literasi","tag-pengetahuan","tag-perluas","tag-tengah"],"views":7,"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/okeyboz.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/131377","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/okeyboz.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/okeyboz.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/okeyboz.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=131377"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/okeyboz.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/131377\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":131379,"href":"https:\/\/okeyboz.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/131377\/revisions\/131379"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/okeyboz.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/131378"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/okeyboz.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=131377"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/okeyboz.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=131377"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/okeyboz.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=131377"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}