Sikap Tak Tegas APH, Tambang Timah Ilegal Sungai Rumpak dan Batu Hitam, Terjadi Pertumpahan Darah, Korban Ditusuk Anak Buah Kadus

waktu baca 4 menit
Senin, 22 Jan 2024 20:21 25 Admin

 

Caption: Korban Penusukan saat dirawat dirumah sakit.

 

Penulis : Jobber

OKEYBOZ.COM, BANGKA –Miris, akibat aktivitas penambangan ilegal
yang beroperasi di perairan Mengkubung, Batu Hitam, dan Sungai Rumpak timbul pertumpahan darah.

Warga Simpang Cakum Rt.05/03 Desa Riding Panjang, Kecamatan Belinyu, Kabupaten Bangka, menjadi korban penganiayaan keji dari oknum aktivitas tambang ilegal tersebut.

Miri Andini adalah korban nyata penganiayaan keji yang dilakukan Dika, yang ternyata adalah panitia tambang di perairan Mengkubung,

Dari pengakuan korban (Miri -red) yang mengalami empat luka tusukan ditubuhnya, Dia mengaku ditusuk pelaku (Dika-red) yang merupakan anak buah dari Kadus Tanjung Batu, Ismail, yang biasa di panggil Agus.

Hal itu diungkapkan Miri kepada tim Jobber (Journalis Babel Bergerak) saat menjenguk dirinya di ruang Merpati RSUD Depati Bahrin Sungailiat, Senin (22/01/2024).

“Dia tu panitia tambang, anak buah Kadus,” kata Miri kepada tim Jobber.

Miri mengaku, jika tragedi berdarah yang menimpa dirinya, dipicu karena korban meminta jatah cantingan pasir timah untuk pembangunan Musholla dari aktivitas tambang ilegal di perairan Mengkubung, Batu Hitam, dan Sungai Rumpak.

“Sebener e hanya salah paham bae, aku tu kan memang disuruh untuk minta buat pembangunan Musholla, cuma bahasa pelaku ni bilang, dak usah minta lagi, jadi kami dak ngambil lah,” tukasnya.

“Besok pagi ku datang lagi, mungkin di pikir die (red-pelaku) ku ni minta lagi, padahal dak, cuma pelaku ni ngireng, (red-marah) akhir e terjadilah perkelahian tu, cuma memang ku dak bawa senjata, pelaku ni yang bawa,” cetusnya.

Agus Kadus Tanjung Batu mengakui, kalau pelaku penikaman, terhadap korban Miri adalah anak buahnya.

Hanya saja dikatakan Agus, kalau pelaku dan korban adalah masih keluarga darinya.

Dika (red-pelaku) sama Miri (red-korban) ni masih keluarga saya lah, kebetulan Dika itu bekerja dengan saya,” jelas Agus Kadus Tanjung Batu, ketika tanpa sengaja bertemu dengan tim Jobber di ruang Merpati RSUD Depati Bahrin Sungailiat.

Menurut Agus, kejadian naas itu terjadi di darat bukan di laut.

“Kejadian itu di darat,” imbuhnya.

Sementara keluarga korban saat disinggung mengenai upaya perdamaian, belum mengambil sikap, apa lanjut ke jalur hukum, ataupun damai.

“Belum tau bang, kami mau berembuk dulu sama keluarga besar, ” kata keluarga korban. (JB/okeyboz)

#Tragedi BerdarahTambang Ilegal di Perairan Batu Hitam dan Sungai Rumpak

Diberitakan sebelumnya, Tragedi berdarah terjadi akibat aktivitas tambang ilegal yang beroperasi di perairan Batu Hitam dan Sungai Rumpak, Kecamatan Belinyu Kabupaten Bangka.

Kasus berdarah yang mengakibatkan Miri Andini (29) warga Simpang Cakum Rt.05/03 Desa Riding Panjang, Kecamatan Belinyu, Kabupaten Bangka itu menderita empat luka tusukan.

Kasus penikaman dengan empat lobang yang diderita oleh Miri diantarnya Bahu kiri, Lengan kiri, Dagu kiri dan Dada kiri itu, ternyata dipicu akibat cantingan timah untuk pembangunan Musholla dari hasil penambangan Ilegal di Mengkubung, Batu Hitam dan Sungai Rumpak.

Akibatnya duel antara pelaku Dika dan Miri (Korban-red), itu berujung Miri dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah H. Eko Maulana Ali, kemudian di rujuk ke RSUD Depati Bahrin Sungailiat guna menjalani perawatan darurat, Sabtu (20/01/2024) Kemarin.

Dilansir dari Tinta Babel, Miri (Korban-red), Minggu (21/01/2024) saat di Ruang Merpati RSUD Sungailiat, menceritakan saat itu dirinya hendak ke laut mengambil Timah Cantingan untuk pembangunan Musholla.

Tiba-tiba pelaku menantang korban berduel dan tantangan itupun di terima oleh korban tanpa tawar menawar.

Menurut Miri pelaku Dika menyerangnya dengan kondisi mabuk.

“Pelaku ini panitia tambang anak buah inisial A, dia (Pelaku-red) tidak senang saya memungut timah untuk Musholla, kan saya bekerja ini atas permintaan orang Kampung,” kata Miri sembari terbaring di ruang Merpati RSUD Sungailiat.

Dirinya menilai, masalah yang menimpanya merupakan masalah sepele.

Hanya saja pelaku setiap hari menantang dirinya berduel hingga terjadilah penusukkan.

Miri juga menceritakan bahwa yang membawa dirinya ke RSUD M. Eko merupakan pelaku dan rekannya bernama Darmadi.

“Ketika saya jatuh bersimbah darah pelaku lah yang membawa saya ke Rumah Sakit dan teman saya Darmadi, posisi saya di tengah saat berboncengan menggunakan sepeda motor,”ujarnya.

Sementara itu Kapolsek Belinyu AKP Dr. Singgih Aditya Utama, S.I.K, M.H, Saat dikonfirmasi Minggu (21/01/2024) membenarkan kejadian tersebut dan saat ini pelaku sudah di ketahui dan masih dalam pengejaran.

“Untuk kejadian penusukan betul adanya, untuk motif masih kami dalami dan pelaku masih dalam pengejaran,” katanya.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA
    error: Content is protected !!