Penambang Timah Ilegal Merusak Ekosistem Laut Di Teluk Kelabat

waktu baca 3 menit
Sabtu, 2 Nov 2024 19:00 82 kina

OKEYBOZ.COM, OPINI — Teluk Kelabat, terletak di utara Pulau Bangka, Kabupaten Bangka, Kepulauan Bangka Belitung, adalah teluk terluas di wilayah tersebut dengan luas sekitar 32,9 ribu hektar. Kawasan ini telah ditetapkan sebagai area yang diperuntukkan untuk kegiatan budidaya perikanan tangkap, pelabuhan, dan pariwisata, yang menjadi sumber utama pangan dan ekonomi bagi masyarakat sekitar.

Teluk Kelabat ini kaya akan sumber daya alam, khususnya sumber daya perikanan dan terumbu karang, yang mendukung kehidupan masyarakat pesisir di sekitarnya.

Namun, Eksploitasi sumber daya alam di teluk ini menghadapi tantangan serius, terutama dengan adanya aktivitas penambangan timah ilegal yang terus meningkat. Tambang ilegal ini dilakukan tanpa izin resmi. Masyarakat desa teluk kelabat ini menolak atau memberontak adanya penambangan ilegal ini, apalagi para nelayan merasa sangat dirugikan karena ekosistem laut dicemari oleh adanya kegiatan pertambangan, seperti yang terjadi di Teluk Kelabat.

Mereka menganggap bahwa penambangan ini dapat merusak ekosistem laut, serta sumber daya alam yang ada di sekitarnya, dan mengganggu aktivitas mereka sebagai nelayan yang mana itu membuat hasil tangkapan mereka berkurang. Masyarakat setempat memandang laut sebagai warisan leluhur yang harus dijaga kelestariannya untuk generasi mendatang,  namun kenyataan di lapangan menunjukkan aktivitas penambangan ilegal terus berlangsung, bahkan dengan jumlah ponton yang semakin meningkat dan beroperasi di luar Izin Usaha Pertambangan (IUP).

Aktivitas penambangan timah ilegal di Teluk Kelabat telah mencemari perairan dengan limbah mengandung logam berat, yang merusak ekosistem laut yang dimana itu bisa mencemari air laut dan merusak lingkungan hidup makhluk laut  terutama terumbu karang. Kerusakan ini mengakibatkan kematian massal pada terumbu karang, habitat penting bagi berbagai spesies laut, sehingga mengganggu rantai makanan dan keseimbangan ekosistem. Penambangan yang tidak terkendali dapat menghancurkan terumbu karang dan habitat ikan, mengancam mata pencaharian nelayan yang bergantung pada hasil laut.

Selain itu, limbah tambang ilegal ini mencemari air laut dan mengganggu ekosistem secara keseluruhan, yang berdampak buruk pada kehidupan masyarakat pesisir. Penurunan populasi ikan akibat rusaknya habitat laut telah mengurangi hasil tangkapan nelayan di desa-desa sekitar dan sebagian besar para nelayan terpaksa berhenti dikarenakan hasil tangkap yang semakin hari semakin menipis seperti Pangkal Niur dan Tanjung Sunur dan desa sekitarnya, yang menggantungkan hidup pada perikanan. Kondisi ini tentu sangat berdampak pada pendapatan ekonomi masyarakat nelayan yang sangat bergantung pada sumber daya laut di Teluk Kelabat ini.

Penambangan ilegal di Teluk Kelabat, Bangka, tetap berlangsung hingga sekarang meskipun hasilnya semakin berkurang, dan aparat jarang melakukan razia di kawasan tersebut. Situasi ini menimbulkan kekhawatiran bagi masyarakat Pangkalniur, terutama nelayan yang mengalami penurunan hasil tangkapan akibat kerusakan ekosistem laut. Dalam rapat DPRD Bangka Belitung pada Senin (19/7/2021), kepolisian menyatakan telah sering melakukan penertiban, namun penambang tanpa izin masih terus beraktivitas sehingga masalah ini belum terselesaikan.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA
    error: Content is protected !!