Nelayan Tanjung Kalian Mentok Keluhkan Parkir Kapal Feri dan Tanker, Hambat Pencarian Ikan

waktu baca 2 menit
Senin, 25 Nov 2024 13:25 90 Admin

 

Editor: Aditya.

OKEYBOZ.COM, TANJUNG KALIAN MENTOK – Sejumlah nelayan di kawasan Tanjung Kalian, Mentok, Bangka Barat, menyampaikan keluhan terkait aktivitas parkir kapal feri dan tanker di pelabuhan setempat yang mengganggu akses mereka ke area penangkapan ikan.

Keluhan tersebut disampaikan oleh Iwan, perwakilan nelayan, kepada tim jurnalis Jobber (Jurnalis Babel Bergerak) pada Senin (25/11/2024).

Menurut Iwan, pelayanan pelabuhan yang tidak teratur menyebabkan kapal-kapal feri dan tanker sering parkir sembarangan, menutup jalur nelayan ke laut. Hal ini berdampak langsung pada penghasilan mereka yang bergantung pada hasil tangkapan ikan.

“Pihak ASDP seharusnya mengatur atau menyediakan tempat khusus untuk kapal-kapal ini. Jangan sampai aktivitas nelayan terganggu. Di sisi lain, perusahaan-perusahaan tersebut juga tidak pernah mengeluarkan CSR untuk membantu masyarakat nelayan di sekitar sini. Padahal, sebagai bentuk toleransi, mestinya ada bantuan,” ujar Iwan.

Ia menambahkan, pihak nelayan sudah berulang kali melaporkan masalah ini ke Syahbandar dan instansi terkait lainnya. Namun, hingga kini belum ada tanggapan atau solusi konkret yang diberikan.

“Kami sudah lapor ke Syahbandar, tapi kapal-kapal itu tetap parkir sembarangan. Kalau alat tangkap kami seperti jaring rusak karena aktivitas mereka, tidak ada ganti rugi. Kemarin saja hampir terjadi keributan karena masalah ini,” keluh Iwan.

Selain itu, nelayan juga menghadapi kendala lain saat cuaca buruk. Mereka mengaku sering diusir oleh pihak ASDP ketika mencoba berlindung di area pelabuhan.

“Kalau angin kencang atau cuaca buruk, tempat berlindung kami malah dilarang digunakan. Seharusnya ada rasa toleransi sebagai sesama manusia. Kasihan nelayan yang hanya ingin mencari makan,” tambahnya.

Para nelayan berharap pihak ASDP dan perusahaan terkait dapat lebih peduli terhadap nasib mereka dengan mengatur aktivitas pelabuhan secara lebih baik. Mereka juga meminta agar hak-hak nelayan sebagai masyarakat kecil tetap dihormati.

“Kami berharap ada kebijakan yang tidak merugikan nelayan. Kami punya hak yang sama sebagai warga negara. Semoga pihak-pihak terkait tergerak hatinya untuk membantu,” tutup Iwan.

Hingga berita ini ditayangkan, pihak ASDP belum memberikan tanggapan terkait keluhan tersebut.

Masalah ini menjadi perhatian penting, mengingat Pelabuhan Tanjung Kalian merupakan salah satu pusat ekonomi strategis di Bangka Barat. Jika persoalan ini tidak segera diatasi, dikhawatirkan potensi konflik antara nelayan dan pihak pelabuhan akan semakin meningkat. (OB)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA
    error: Content is protected !!