Merajut Silaturahmi dan Melanjutkan Perjuangan Demokrasi, Pembubaran Rumah Aspirasi Kotak Kosong di Pangkalpinang

waktu baca 2 menit
Minggu, 22 Des 2024 08:22 49 Admin

Editor: Bintang

OKEYBOZ.COM, PANGKALPINANG – Dalam suasana penuh syukur dan kebersamaan, sebanyak 150 pejuang demokrasi dari Rumah Aspirasi Kotak Kosong berkumpul di Tugu Kereta Sorong, Kelurahan Gabek, Kecamatan Gabek, untuk menutup lembaran perjuangan sekaligus merajut silaturahmi.

Acara yang dimulai pukul 20.00 WIB tersebut menandai penutupan resmi Rumah Aspirasi Kotak Kosong, sebuah simbol keberhasilan perjuangan demokrasi di Kota Pangkalpinang, Sabtu (21/12/2024) malam.

Meski sederhana, acara ini dihadiri oleh tokoh-tokoh penting seperti Ketua Rumah Kotak Kosong Eka Mulya Putra, aktivis Dodot, Ir. Nashir, Ustad Zen, Radmida Dawam, SH, MH, dan Guid Kardi.

Dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya sebagai pembuka, suasana patriotisme kental terasa di tengah upaya untuk merefleksikan kemenangan demokrasi yang telah diraih.

Dalam sambutannya, Eka Mulya Putra mengungkapkan rasa syukur atas pencapaian Rumah Aspirasi Kotak Kosong dalam Pemilukada 2024.

Ia menegaskan, kemenangan kotak kosong di Kota Pangkalpinang dan Kabupaten Bangka adalah tonggak bersejarah, mengingat hanya dua daerah dari 27 yang berhasil memenangkan pertarungan ini.

“Kemenangan ini bukan hanya milik Rumah Aspirasi Kotak Kosong, tetapi juga kemenangan masyarakat Pangkalpinang. Ini adalah awal untuk menjaga demokrasi yang lebih baik,” tegas Eka.

Eka juga menggarisbawahi pentingnya menjaga soliditas para pejuang kotak kosong meskipun ada aspirasi untuk melibatkan figur dari kotak kosong dalam Pemilukada 2025.

” Perjuangan demokrasi belum selesai, dengan beberapa gugatan yang masih berjalan di DKPP dan Pengadilan Negeri Pangkalpinang saat ini,” kata Eka.

Dodot, salah satu relawan, menyampaikan apresiasi atas semangat perubahan demokrasi yang tinggi di masyarakat. Ia juga meminta maaf jika selama perjuangan terdapat kekurangan dan berterima kasih atas solidaritas yang telah terjalin.

Faten, sebagai simpul relawan, turut menambahkan bahwa perjuangan ini memiliki dampak yang besar hingga ke akar rumput, menjadi fondasi bagi harapan terpilihnya pemimpin terbaik di masa depan.

Acara diakhiri dengan pemberian penghargaan kepada simpul-simpul perjuangan seperti Front Pembela Kotak Kosong dan Pemuda Pangkalpinang Bersuara.

Pada pukul 20.55 WIB, Eka Mulya Putra secara resmi mengumumkan penutupan Rumah Aspirasi Kotak Kosong dengan harapan perjuangan demokrasi terus berlanjut.

Hingga pukul 21.00 WIB, acara berjalan dengan lancar, aman, dan penuh kebersamaan. Semangat untuk menjaga demokrasi tetap menyala di hati para pejuang kotak kosong, menjadi warisan bagi generasi mendatang.

Pembubaran Rumah Aspirasi Kotak Kosong bukanlah akhir dari perjuangan, melainkan awal dari upaya untuk memperkuat demokrasi yang bermartabat di Kota Pangkalpinang. Melalui semangat kebersamaan, para pejuang kotak kosong telah menunjukkan bahwa perubahan adalah mungkin ketika rakyat bersatu untuk tujuan yang lebih besar. (OB)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA
    error: Content is protected !!