PSHT Bangka Selatan Sabet Juara Umum, Fidi Mizendra Dinobatkan Pesilat Terbaik Pra Remaja Putra

waktu baca 2 menit
Rabu, 23 Jul 2025 23:03 147 Admin

Laporan: Norman / Editor : Adit

OKEYBOZ.COM, TOBOALI — Prestasi gemilang kembali ditorehkan atlet-atlet muda Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Bangka Selatan. Dalam ajang Bangka Belitung Pencak Silat Championship 2025 yang digelar pada 18–21 Juli 2025 di GOR Depati Bahrin Pangkalpinang, PSHT Bangka Selatan tampil menggila dan menyabet Juara Umum 1 kategori Pra Remaja dengan torehan fantastis: 13 medali emas dan 3 medali perak.

Tidak hanya itu, Fidi Mizendra, siswa SMPN 6 Toboali, tampil memukau dan dinobatkan sebagai Pesilat Terbaik Kategori Pra Remaja Putra, usai memborong 2 medali emas dalam dua nomor yang diikutinya. Sosok Fidi kini menjelma menjadi inspirasi baru bagi pencak silat Bangka Selatan.

Pelatih PSHT Bangka Selatan, Nurul Huda, tak kuasa menyembunyikan kebanggaannya. Ia menyebut capaian ini sebagai bukti dedikasi, kerja keras, dan semangat para atlet muda yang patut mendapat perhatian lebih dari pemerintah.

“Kami butuh dukungan nyata. Jangan biarkan prestasi ini hanya jadi berita satu hari. Fasilitas latihan yang layak adalah kebutuhan, bukan kemewahan. Kalau pemerintah daerah serius, pencak silat Basel bisa jadi kekuatan besar di tingkat nasional,” tegas Nurul, Rabu (23/7/2025).

Dari 21 nomor yang dipertandingkan, PSHT Basel menurunkan 16 atlet. Dengan semangat juang luar biasa dan pelatihan intensif, mereka menyapu habis podium juara. Capaian ini, menurut Nurul, tak lepas dari kerja tim, semangat keluarga, dan keuletan para pelatih yang bekerja nyaris tanpa pamrih.

“Tak ada atlet hebat tanpa pelatih yang berdedikasi tinggi,” ujarnya tajam.

Fidi Mizendra, yang menjadi pusat sorotan usai menyabet gelar Pesilat Terbaik, turut mengangkat nama SMPN 6 Toboali dan Desa Keposang. Sang ayah, Fitrayudi, meny⁰ampaikan rasa terima kasih mendalam kepada pihak sekolah dan pemerintah desa.

“Dukungan dari sekolah dan Kepala Desa Keposang sangat berarti. Ini bukan hanya kemenangan Fidi, tapi kemenangan bersama. Pencak silat itu bukan sekadar olahraga, tapi ruang pembentukan karakter generasi muda,” ujar Fitrayudi.

Ibunda Fidi, Dewi Puspitasari, menambahkan bahwa keberhasilan ini harus menjadi cermin bahwa investasi pada olahraga tradisional seperti pencak silat bukan hanya menjaga budaya, tapi juga membentuk masa depan.

Prestasi PSHT Bangka Selatan adalah bukti bahwa semangat, tradisi, dan pembinaan yang konsisten mampu menghasilkan hasil luar biasa. Namun tanpa dukungan konkret dari pemerintah daerah dan desa, potensi emas ini bisa tenggelam dalam keterbatasan. Ini bukan sekadar soal medali, ini tentang membangun karakter anak-anak Bangka Selatan agar tumbuh kuat, berdaya saing, dan berbudaya.

Bangka Selatan sudah membuktikan, kini saatnya pemerintah membalas dengan komitmen.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA
    error: Content is protected !!