Maaf Menyatukan Hati, Kasih Memuliakan Pendidikan – Dugaan Kekerasan Siswa SD Diresolusi dengan Sentuhan Kemanusiaan

waktu baca 3 menit
Senin, 2 Feb 2026 22:56 22 Admin

PANGKALPINANG, OKEYBOZ.COM – Dugaan tindak kekerasan terhadap siswa kelas 1 Sekolah Dasar Negeri (SDN) 61 Jalan Mayor Busni A. Racman, Kelurahan Air Kepala Tujuh, Kecamatan Gerunggang, Kota Pangkalpinang, berinisial (R) telah menemukan titik terang setelah pertemuan antara wali murid dan pihak sekolah yang dihadiri oleh berbagai unsur terkait, Senin (2/2/2026).

Dalam pertemuan yang dihadiri Kabid Pembinaan Ketenagaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pangkalpinang (Novian Yuspandi), Ketua PGRI Kota Pangkalpinang (Ishak), Bhabinkamtibmas Kel. Air Kepala Tujuh (M. Rifa’i) serta Kepala Sekolah (Sumarni), wali murid siswa (R), wali kelas siswa (NH).

Wali murid siswa (R) telah memberikan maaf atas dugaan tindakan yang dilakukan oleh wali kelas (NH).

Kesepakatan yang tertuang dalam berita acara menyatakan bahwa siswa (R) akan dipindahkan ke kelas lain dengan wali kelas (ED), dengan tujuan mengembalikan semangat belajarnya.

“Jika tidak ada perubahan di kemudian hari, akan dicari solusi lain untuk menggantikan kesepakatan ini,” bunyi bagian dari kesepakatan.

Pesan Kepala Sekolah: Jadilah Guru yang Berintegritas dan Peduli

Sumarni selaku Kepala Sekolah SDN 61, yang sedang memasuki penghujung karirnya, menyampaikan pesan mendalam kepada seluruh guru di sekolah tersebut.

“Kita sebagai pendidik jadilah sosok yang digugu dan ditiru, mampu mengenali karakter siswa, menciptakan suasana belajar kondusif, memiliki pribadi mulia, sabar, tidak emosional, dan memahami potensi serta latar belakang setiap anak,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya integritas dan niat ikhlas dalam bekerja demi mencerdaskan anak bangsa.

Ketua PGRI Kota Pangkalpinang, Ishak menyikapi kejadian ini sebagai pembelajaran bagi seluruh insan pendidikan.

Ia menyarankan agar guru-guru dibekali ilmu psikologi untuk menangani permasalahan siswa dengan cara yang kekeluargaan, terbuka, dan penuh hati tanpa kekerasan fisik maupun verbal.

“Komunikasi dengan orang tua adalah kata kunci. Jika ada permasalahan di kelas, harus ada komunikasi dua arah antara pihak sekolah dan orang tua,” jelasnya.

Ishak juga menambahkan bahwa PGRI akan mendampingi guru yang terlibat agar tidak salah langkah ke depannya.

Untuk guru di Kota Pangkalpinang, ia mengemukakan tiga poin penting: menyikapi setiap hal dengan hati dan ikhlas, melakukan koordinasi antara sekolah dengan pengawas serta dinas pendidikan, dan memberikan bimbingan melalui workshop atau bimbingan teknis tentang penanggulangan permasalahan anak dan perlindungan anak.

Kabid Pembinaan Ketenagaan, Novian Yuspandi menjelaskan bahwa setiap sekolah telah dibentuk Tim Pencegahan dan Penanggulangan Kekerasan di Sekolah (PPKS) sesuai dengan edaran Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Tim ini bertugas menangani kekerasan yang terjadi antara guru, siswa, dan dalam lingkungan sekolah.

“Kami akan melakukan pembinaan dan teguran sesuai dengan tingkat kesalahan, baik secara lisan, tertulis, maupun sanksi lain sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 94 Tahun 2021,” ungkapnya.

Untuk pencegahan ke depannya, pihak dinas akan membentuk formasi pengawas untuk membantu kepala sekolah mengontrol kondisi sekolah dan mendeteksi dini potensi kekerasan.

Novian juga mengingatkan agar guru meningkatkan empat kompetensi yang dimiliki: kepribadian, sosial, pedagogik, dan profesional, serta mengajar dengan teknik yang lebih manusiawi dengan mempertimbangkan karakter siswa.

Selain itu, teknik mengajar manusiawi yang berpusat pada karakter siswa juga dianjurkan, antara lain melalui pendekatan individual, pembelajaran empatik, fasilitasi potensi, dan adaptabilitas terhadap kebutuhan siswa.

Pencapaian hal ini dapat dilakukan melalui partisipasi aktif dalam kelompok guru (MGMP), pelatihan, dan refleksi diri setiap akhir sesi pembelajaran.

“Harapan kami adalah kejadian ini menjadi contoh agar mengajar tidak perlu dengan kekerasan, melainkan dengan teknik yang lebih manusiawi yang mengedepankan karakter murid,” pungkas Novian.(OB)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA
    error: Content is protected !!