Pangkalpinang Siap Optimalkan Peran sebagai Pusat Penghubung ” Urban Hub” Pariwisata Prioritas Nasional

waktu baca 3 menit
Selasa, 14 Apr 2026 17:24 60 wiwik okeyboz

PANGKALPINANG, OKEYBOZ.COM – Pemerintah Kota Pangkalpinang menegaskan komitmennya untuk mengubah potensi daerah menjadi kesejahteraan bersama melalui pelaksanaan Rencana Induk Destinasi Pariwisata Nasional (RIPDN). Hal itu disampaikan Sekretaris Daerah Kota Pangkalpinang, Mie Go, saat mewakili Wali Kota dalam rapat koordinasi dan konsinyering pemantauan serta evaluasi pelaksanaan lima Peraturan Presiden terkait RIPDN yang digelar secara daring, Selasa (14/4/2026) di Ruang Sekretaris Daerah.

Dalam kegiatan yang diprakarsai oleh Kementerian Pariwisata Republik Indonesia tersebut, Mie Go menyambut baik arahan dan dukungan yang diberikan.

Menurutnya, Pariwisata bukan sekadar soal keindahan alam, melainkan upaya nyata untuk mengubah potensi yang dimiliki menjadi kesejahteraan bagi seluruh lapisan masyarakat.

“Kami menyambut baik arahan dan dukungan dari Kementerian Pariwisata agar program ini berjalan efektif dan bermanfaat,” ujarnya.

Turut mendampingi dalam pertemuan secara daring tersebut, Pelaksana Tugas (Plt) Asisten Perekonomian dan Pembangunan (Asisten II) Sekretariat Daerah Kota Pangkalpinang, Juhaini, serta Kepala Bidang Destinasi Pariwisata dan Industri Pariwisata Dinas Pariwisata Kota Pangkalpinang, Riharnadi.

Juhaini menjelaskan, evaluasi kali ini difokuskan pada lima dari sepuluh kawasan RIPDN yang telah ditetapkan, yaitu Danau Toba, Mandalika, Borobudur–Yogyakarta, Manado–Likupang, serta Labuan Bajo.

“Penilaian dilakukan terhadap pelaksanaan rencana aksi periode 2023–2024 untuk memastikan kesesuaian dengan target nasional hingga tahun 2029, sekaligus melengkapi dokumen administrasi yang masih diperlukan,” tutur juhaini.

“Evaluasi tidak hanya melihat realisasi program, tetapi juga dampak nyata yang dirasakan daerah, baik dari sisi ekonomi, perbaikan infrastruktur, maupun peningkatan jumlah kunjungan wisatawan,” ungkapnya.

Sementara itu, Riharnadi menyampaikan bahwa pertemuan ini merupakan tahap kedua evaluasi terhadap program RIPDN.

Ia menambahkan, untuk wilayah Kepulauan Bangka Belitung secara umum, capaian pelaksanaan rencana aksi periode 2023–2024 telah mencapai hampir 350 persen dari target yang ditetapkan, meskipun masih ada sebagian kegiatan yang belum terlaksana atau sedang dalam tahap konfirmasi.

Ia menegaskan, keberadaan 10 kawasan RIPDN diharapkan dapat menopang kunjungan wisata nasional yang diproyeksikan mencapai lebih dari 5 juta orang, sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap Bali yang selama ini menyumbang lebih dari 50 persen pendapatan pariwisata negara.

“Keterlibatan lintas kementerian hingga pemerintah daerah kabupaten dan kota menjadi kunci agar program ini berjalan terpadu dan menyeluruh,” jelasnya.

Di wilayah Bangka Belitung sendiri, terdapat tujuh kabupaten/kota dengan potensi unggulan masing-masing.

Berdasarkan penetapan RIPDN, Pangkalpinang ditetapkan sebagai K-Tourism Area dengan tematik Urban Hub atau pusat penghubung utama, yang masuk dalam tahap ketiga pengembangan, setelah Belitung dan Bangka Selatan.

“Peran kami adalah sebagai pusat penyangga, penggerak ekonomi kreatif, dan pendukung kegiatan pariwisata di sekitarnya,” ujar Riharnadi.

Meski saat ini kunjungan wisatawan, terutama mancanegara, masih lebih banyak menuju Belitung, namun tren kunjungan ke Pangkalpinang pascapandemi terus menunjukkan peningkatan.

Berbagai pendekatan dan penyelenggaraan acara terus digalakkan untuk menarik lebih banyak wisatawan.

“Kendati demikian, posisi Pangkalpinang sebagai tempat menginap dan pusat aktivitas bagi wisatawan yang berkunjung ke daerah lain di Bangka Belitung tetap menjadi kekuatan utama kami,” pungkas Riharnadi.(OB/W*)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA
    error: Content is protected !!