Harga Murah dan Bantu Warga, Saparudin Pastikan GPM Digelar Berkala ke Seluruh Pangkalpinang

waktu baca 3 menit
Kamis, 24 Sep 2026 14:40 41 wiwik okeyboz

PANGKALPINANG, OKEYBOZ.COM — Wali Kota Pangkalpinang, Saparudin memerintahkan pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) digelar secara rutin dan menyasar langsung pemukiman warga yang paling membutuhkan, guna menjaga harga kebutuhan pokok tetap terjangkau sekaligus menekan laju inflasi. Arahan itu disampaikan saat meninjau kegiatan gabungan penjualan pangan murah, bazar produk UMKM PKK, dan layanan pemeriksaan kesehatan gratis di Taman Mandara, Kamis (24/9/2026), didampingi Ketua TP PKK Kota Pangkalpinang Susanti Saparudin.

Kegiatan yang menyatukan bantuan pangan, pemberdayaan ekonomi warga, dan pelayanan kesehatan ini dinilai Saparudin sebagai langkah yang sangat tepat dan bermanfaat.

“Saya minta Dinas Pangan dan Pertanian beserta jajaran kecamatan mengadakan kegiatan ini secara rutin. Pilih lokasi di mana masyarakatnya memang paling membutuhkan pangan dengan harga lebih murah,” tegasnya di hadapan warga dan pejabat terkait.

Dalam wawancara khusus bersama awak media, Saparudin menjelaskan bahwa GPM bukan sekadar acara sesaat, melainkan instrumen pengendalian harga yang akan diperkuat melalui kolaborasi lintas pihak.

“Dinas Pangan dan Pertanian saya minta untuk mengintensifkan kegiatan Gerakan Pangan Murah guna membantu pengendalian inflasi. Kami juga berkolaborasi dengan TP PKK dan Kelompok Wanita Tani (KWT). Saat ini terdapat sekitar 20 KWT aktif yang rutin menanam sayuran dengan masa panen 25 hari. Langkah ini akan terus dikembangkan, termasuk penanaman komoditas cabai,” ujarnya.

Pemerintah juga mengajak seluruh warga memanfaatkan lahan yang tersedia untuk menanam kebutuhan harian seperti sayur dan cabai.

Tujuannya agar rumah tangga semakin mandiri pangan, dan kelebihan hasil panen dapat dijual kepada tetangga maupun warga lain, sebagaimana terlihat dalam kegiatan di Taman Mandara yang juga didukung pasokan beras dari Bulog.

“Jika ada hasil panen berlebih, produk tersebut dapat dijual kepada masyarakat umum, seperti pada kegiatan pangan murah hari ini,” tambahnya.

Sementara itu, terkait pasokan daging ayam yang harganya terus naik, Saparudin mengakui lonjakan permintaan setelah berjalannya program Makan Bergizi Gratis (MBG) membuat kebutuhan melebihi ketersediaan. Pangkalpinang selama ini masih bergantung pada pasokan dari luar daerah.

“Berdasarkan pemantauan di lapangan, harga daging ayam di tingkat peternak memang sudah tinggi. Hal ini dipicu oleh lonjakan permintaan pasar, salah satunya untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis, sehingga tingkat permintaan melampaui ketersediaan pasokan,” jelasnya.

Mengingat keterbatasan lahan di kawasan perkotaan tidak memungkinkan warga beternak secara luas, Saparudin mengajak kabupaten-kabupaten di sekitarnya untuk ikut menjadi pemasok.

“Kami mendorong daerah kabupaten sekitar untuk menjadi pemasok kebutuhan daging ayam bagi Kota Pangkalpinang,” ucapnya.

Kegiatan di Taman Mandara ini merupakan wujud sinergi Pemerintah Kota, Tim Penggerak PKK, Dinas Pangan dan Pertanian, serta Perum Bulog. Selain meringankan beban belanja warga, pemberdayaan berbasis komunitas ini diharapkan memperkuat perputaran ekonomi lokal dan mendongkrak kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh.

“Mudah-mudahan kegiatan seperti ini terus bermanfaat dan menumbuhkan perekonomian di Kota Pangkalpinang,” pungkas Saparudin.(OB/W*)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA
    error: Content is protected !!