Anggaran Terbatas, Pangkalpinang Dituntut Berinovasi untuk Tetap Membangun

waktu baca 3 menit
Jumat, 16 Okt 2026 23:21 2 wiwik okeyboz

PANGKALPINANG, OKEYBOZ.COM — Wali Kota Pangkalpinang, Saparudin, secara terbuka mengakui masih banyak persoalan mendasar yang belum terselesaikan dalam satu tahun pertama kepemimpinannya bersama Wakil Wali Kota, Dessy Ayutrisna. Keterbatasan fiskal daerah akibat kebijakan efisiensi pemerintah pusat menjadi tantangan utama yang menuntut terobosan dan kolaborasi lintas pihak agar pembangunan tetap berjalan. Pengakuan tersebut disampaikannya dalam kegiatan Silaturahmi dan Refleksi Satu Tahun Kepemimpinan di Taman Sari, Jumat malam (16/10/2026).

“Banyak hal memang yang belum kami lakukan, banyak hal yang masih menjadi tantangan. Persoalan-persoalan mendasar di Kota Pangkalpinang masih banyak yang belum terselesaikan,” kata Saparudin di hadapan para pemangku kepentingan, tokoh masyarakat, dan undangan yang hadir.

Saparudin menegaskan bahwa pemerintah tidak dapat terus bergantung pada dana transfer dari pusat. Di tengah keterbatasan tersebut, semangat gotong royong bersama BUMN, BUMD, perbankan, dan perusahaan swasta menjadi kunci agar pelayanan dan kegiatan pembangunan tetap berjalan.

“Jadi ini betul-betul tahun ini kita bergotong royong, tetap melaksanakan kegiatan. Terus dibantu oleh teman-teman kita dari Bank Sumsel Babel, Bank BRI, OJK, BI, dan perusahaan-perusahaan swasta,” ujarnya.

Sejumlah capaian juga telah dijalankan. Di sektor pendidikan, 36 sekolah telah direvitalisasi, SMP Negeri 11 telah dibangun, dan rencana pembangunan SMP Negeri 12 disiapkan untuk tahun 2027.

Di bidang kesehatan, program Universal Health Coverage (UHC) telah menjamin akses berobat bagi warga kurang mampu, meskipun peningkatan kualitas pelayanan di puskesmas dan rumah sakit masih terus diupayakan.

Kebersihan kota juga terus digalakkan melalui kegiatan bersih-bersih rutin setiap Jumat serta pengembangan program bank sampah.

Menanggapi aspirasi yang disampaikan warga, Saparudin memaparkan sejumlah langkah konkret yang sedang dan akan dijalankan: satu unit mobil tangki air bersih akan segera diterima dari pemerintah pusat untuk membantu warga yang membutuhkan, penertiban antrean BBM difokuskan agar tidak menutup badan jalan, dengan solusi menyeluruh yang akan dikoordinasikan bersama pemerintah provinsi dan Pertamina, kawasan industri dan pelabuhan di Pangkalbalam sedang disiapkan untuk membuka peluang investasi, serta penataan kawasan wisata Pantai Pasir Padi terus dilakukan untuk meningkatkan kunjungan wisatawan.

Terkait ekspektasi masyarakat yang tinggi, Saparudin menggunakan istilah kearifan lokal buguyur, yang berarti bertahap.

“Buguyur itu bertahap, kita bertahap mengerjakannya. Hal-hal yang kami lakukan selama ini mungkin belum memuaskan, tapi kami terus menerima kritik dan saran agar bisa memperbaiki kinerja ke depan,” ucapnya terbuka.

Kegiatan ini sekaligus menutup rangkaian peringatan Hari Jadi ke-269 Kota Pangkalpinang yang berlangsung sejak 17 September 2026.

Saparudin berharap dialog terbuka seperti ini dapat menjadi agenda tahunan, karena pembangunan kota bukan tugas pemerintah saja, melainkan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat.

Memasuki tahun kedua kepemimpinan, tantangan selanjutnya adalah mewujudkan rencana-rencana tersebut menjadi perbaikan nyata yang dapat dirasakan langsung oleh warga Pangkalpinang.(OB/W*)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA
    error: Content is protected !!