
BANGKA TENGAH, OKEYBOZ.COM — Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah terus memperkuat ketahanan pangan melalui pemanfaatan potensi lokal, diversifikasi pangan, dan penyediaan bahan pangan dengan harga terjangkau.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Bangka Tengah, Dian Akbarini, mengatakan salah satu inovasi yang dikembangkan adalah Tampah Duit, yakni penanaman padi hume di sela tanaman sawit yang belum menghasilkan. Program yang berjalan sejak 2023 ini bertujuan membantu masyarakat memenuhi kebutuhan beras rumah tangga sekaligus mengoptimalkan pemanfaatan lahan.
Selain itu, masyarakat didorong memanfaatkan pangan lokal seperti umbi-umbian, jagung, keladi, dan sukun sebagai alternatif sumber karbohidrat. “Kalau berbicara tentang pangan, cakupannya luas. Sumber karbohidrat itu banyak. Ada slogan, kenyang tidak harus dengan nasi,” ujar Dian, Jumat (16/10/2026).
Pemkab Bangka Tengah juga menjadwalkan Gerakan Pangan Murah pada 21 Oktober 2026 di Desa Mangkol dengan melibatkan Perum Bulog dan pihak terkait untuk membantu masyarakat memperoleh bahan pangan dengan harga terjangkau.
Di bidang pemenuhan gizi keluarga, dinas turut mendorong penanaman katuk dan kelor di pekarangan rumah, terutama untuk mendukung kebutuhan pangan ibu hamil dan ibu menyusui.
Dian menyebutkan, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Bangka Tengah telah mengajukan 21 inovasi dalam ajang Inovatif Government Award (IGA), dengan 16 inovasi di antaranya masih aktif.
Melalui berbagai program tersebut, Bangka Tengah berharap dapat memperkuat kemandirian pangan, meningkatkan pemanfaatan sumber daya lokal, serta memastikan masyarakat memiliki akses terhadap pangan yang cukup, beragam, bergizi, dan terjangkau.
Tidak ada komentar