Budaya Bukan Sekadar Warisan, Tapi Penggerak Ekonomi dan Pariwisata Pangkalpinang

waktu baca 2 menit
Sabtu, 17 Okt 2026 22:24 12 wiwik okeyboz

PANGKALPINANG, OKEYBOZ.COM — Pemerintah Kota Pangkalpinang mendorong pengembangan kebudayaan lokal tidak hanya sebagai pelestarian identitas daerah, tetapi juga sebagai penggerak pariwisata dan ekonomi kreatif yang berdampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat. Hal tersebut disampaikan Plh Sekretaris Daerah Kota Pangkalpinang, Syarli Novriansyah, saat mewakili Wali Kota dalam rangkaian peringatan Hari Kebudayaan Nasional Kedua tingkat Kota Pangkalpinang melalui Kentra Pengkal Festival di Taman Wilhelmina, Sabtu (17/10/2026).

“Budaya bukan sekadar tontonan atau warisan masa lalu, melainkan energi yang hidup yang membentuk cara kita berpikir, bersikap, dan merawat persatuan di tengah keberagaman,” ujar Syarli dalam sambutannya.

Kegiatan yang berlangsung di Taman Wilhelmina meliputi Festival Kesenian Tradisional, Lomba Menulis Biografi Wali Kota Periode 1956–1978, serta Bazar UMKM. Rangkaian acara ini diharapkan tidak hanya menjadi seremonial, melainkan ruang nyata promosi, pemasaran, dan pengembangan kreativitas masyarakat.

Pengembangan budaya, menurut Syarli, dapat diintegrasikan dengan berbagai sektor mulai dari pendidikan, pariwisata, hingga ekonomi kreatif. Kegiatan kebudayaan yang dikemas secara berkelanjutan berpotensi meningkatkan kunjungan wisata sekaligus membuka peluang ekonomi bagi pelaku usaha lokal, termasuk produk kerajinan, wastra, kuliner khas, dan suvenir daerah.

“Peringatan ini diharapkan mendorong terjadinya efek berganda ekonomi di daerah, terutama melalui peningkatan pariwisata berbasis budaya dan pemberdayaan industri kreatif serta UMKM lokal,” katanya.

Pelestarian budaya membutuhkan komitmen bersama, tidak hanya dari pemerintah, tetapi juga masyarakat, pelaku seni, komunitas budaya, dunia pendidikan, dan pelaku usaha.

Tantangan ke depan bukan hanya mempertahankan tradisi, tetapi memastikan generasi muda tetap mengenal, mencintai, dan mengembangkannya tanpa kehilangan nilai-nilai lokal.

Keberagaman budaya daerah, tambah Syarli, adalah kekayaan bersama yang memperkuat semangat Bhinneka Tunggal Ika.

Pemerintah mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus berkarya, mencintai, dan merawat budaya daerah agar tetap hidup sekaligus memberikan manfaat nyata bagi pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.(OB/W*)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA
    error: Content is protected !!