Kepala Dinas Kesehatan Kota Pangkalpinang, dr. Hisar Manalu, (foto : Yuda/Radak)PANGKALPINANG, OKEYBOZ.COM – Catatan 1.300 pasien dengan gejala infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) menjadi perhatian Dinas Kesehatan Kota Pangkalpinang di tengah paparan asap dan cuaca panas.
Masyarakat pun diimbau meningkatkan kewaspadaan dan segera mencari pertolongan medis apabila mengalami gangguan pernapasan yang semakin berat.
Angka tersebut menjadi peringatan bagi masyarakat agar tidak mengabaikan gangguan pernapasan di tengah kondisi udara yang berpotensi tercemar asap. Batuk, pilek, iritasi mata hingga sesak napas merupakan sejumlah keluhan yang perlu diwaspadai, terutama bagi warga yang masih harus beraktivitas di luar ruangan.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Pangkalpinang, dr. Hisar Manalu, mengatakan cuaca panas yang disertai polusi asap dapat memicu berbagai gangguan kesehatan, khususnya pada saluran pernapasan dan mata.
Hal itu disampaikannya saat diwawancarai pada Jumat (23/10/2026).
Menurut Hisar, paparan asap dapat menimbulkan keluhan kesehatan dengan tingkat keparahan yang berbeda-beda. Masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan apabila kualitas udara memburuk, terlebih ketika asap semakin mengganggu aktivitas sehari-hari.
“Banyaknya polusi asap bisa menyebabkan batuk, iritasi mata, ataupun bisa menjadi sesak napas,” ujar Hisar.
1.300 Pasien ISPA Jadi Perhatian
Dinas Kesehatan mencatat sekitar 1.300 pasien dengan keluhan yang mengarah pada ISPA berdasarkan laporan dari seluruh fasilitas pelayanan kesehatan di Pangkalpinang.
Hisar mengungkapkan, keluhan batuk dan pilek termasuk gejala yang ditemukan pada pasien tersebut. Namun, angka yang disampaikan merupakan jumlah pasien yang dilaporkan oleh faskes, bukan keterangan mengenai peningkatan kasus dalam periode tertentu.
Meski demikian, jumlah tersebut menjadi perhatian karena gangguan pernapasan dapat menghambat aktivitas masyarakat dan membutuhkan penanganan medis apabila gejalanya memburuk.
ISPA merupakan istilah untuk infeksi pada saluran pernapasan yang dapat disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk virus dan bakteri. Sementara itu, paparan asap dan polusi udara dapat mengiritasi saluran pernapasan serta memperburuk keluhan yang dialami seseorang.
Karena itu, kondisi udara yang tercemar perlu diantisipasi melalui langkah perlindungan diri dan pemantauan kesehatan. Masyarakat juga perlu memahami bahwa tidak semua keluhan pernapasan disebabkan langsung oleh asap, sehingga pemeriksaan medis tetap diperlukan untuk mengetahui penyebabnya.
Masyarakat Diminta Tidak Mengabaikan Gejala
Hisar mengimbau masyarakat agar segera mendatangi fasilitas pelayanan kesehatan apabila mengalami batuk, pilek, atau gangguan pernapasan yang semakin mengganggu.
Terlebih jika keluhan disertai sesak napas, masyarakat diminta tidak menunda pemeriksaan.
“Gejala yang perlu diwaspadai bila ada gangguan batuk pilek atau bahkan sesak napas, kami anjurkan segera ke fasilitas pelayanan kesehatan,” katanya.
Selain pemeriksaan medis, Dinas Kesehatan juga mengingatkan warga untuk menggunakan masker ketika beraktivitas, terutama di luar ruangan yang terpapar asap. Masyarakat dianjurkan mengurangi kegiatan di luar rumah apabila kondisi udara tidak mendukung.
Langkah pencegahan tersebut penting untuk mengurangi paparan polusi, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lanjut usia, serta orang yang memiliki penyakit pernapasan atau gangguan kesehatan tertentu.
Kewaspadaan di Tengah Cuaca Panas dan Polusi
Kondisi panas dan paparan asap menjadi kombinasi yang perlu diantisipasi masyarakat Pangkalpinang. Selain berpotensi menimbulkan ketidaknyamanan, kualitas udara yang buruk dapat memperberat gangguan pernapasan pada sebagian orang.
Di tengah kondisi tersebut, masyarakat diharapkan lebih memperhatikan kesehatan diri dan keluarga. Penggunaan masker, pembatasan aktivitas luar ruangan ketika udara tercemar, serta pemeriksaan dini ketika muncul gejala menjadi langkah yang dapat dilakukan untuk mengurangi risiko kesehatan.
Di sisi lain, angka 1.300 pasien ISPA yang dilaporkan Dinas Kesehatan menjadi dasar penting untuk terus memantau perkembangan kondisi kesehatan masyarakat. Informasi lebih lanjut mengenai periode pencatatan, tren kasus, dan tingkat keparahan pasien diperlukan untuk memberikan gambaran yang lebih utuh mengenai situasi ISPA di Pangkalpinang.
Masyarakat pun diimbau tidak menunggu hingga gangguan pernapasan menjadi berat sebelum mencari pertolongan medis. Apabila mengalami sesak napas, segera cari bantuan medis, terutama jika keluhan terasa berat atau memburuk.
Kewaspadaan terhadap ISPA bukan hanya soal mengobati penyakit, tetapi juga melindungi masyarakat dari risiko paparan asap dan polusi udara yang dapat mengganggu kesehatan. (Yuda/Radak)
Tidak ada komentar