Pemkab Babar Serahkan Bantuan Untuk Warga Kampung Ulu Terdampak Banjir

waktu baca 3 menit
Sabtu, 20 Jan 2024 08:00 21 Admin

 

OKEYBOZ.COM, BANGKA BARAT. — Curah hujan yang tinggi di Bangka Barat akhir – akhir ini menyebabkan beberapa kawasan berpeluang terjadinya banjir, salah satunya di kawasan kampung Ulu.

 

Terpantau kawasan Kampung Ulu terlihat genangan air akibat banjir yang melanda, Rabu (17/1/2024) malam.

 

Hujan yang tiada henti mengguyur kota Mentok, mengakibatkan debit air sungai Cuilong naik hingga 2,20 meter, sebagaimana laporan BWS (Badan Wilayah Sungai) yang memantau langsung ke lokasi kejadian pada Rabu (17/1/2024) pukul 19.34 WIB.

 

Sementara untuk debit air yang masuk kerumah-rumah warga ketinggiannya berbeda-beda Ada yang mencapai 50 cm, hingga 1 meter.

 

Hal ini disampaikan kepala BPBD kabupaten Bangka Barat, Ahmad Nursandy kepada media Okeyboz via pesan whattsapp.

 

Menurut Sandy, tinggi rendahnya debit air yang masuk ke rumah-rumah warga dikarenakan letak rumah yang berbeda ketinggiannya.

 

Sungai Cuilong ini mengalir melewati sungai kampung Ulu sebelum akhirnya bermuara ke laut.

 

Akibat tingginya curah hujan, BPBD harus bekerja keras mengatasi banjir bersama warga.

 

Setelah pada Kamis (18/1/2024) bupati Bangka Barat H. Sukirman SH meninjau langsung lokasi dan warga yang terdampak banjir serta menberikan bantuan.

 

Kegiatan ini kemudian dilanjutkan oleh wakil bupati Babar Bong Ming-Ming, SE.

 

Bersama BPBD, wabup Bong Ming-Ming meninjau sungai kampung Ulu dan warga yang terdampak banjir serta memberikan bantuan berupa sembako.

 

“Bantuan pada hari ini berupa sembako bersifat hanya untuk meringankan beban warga saja, karena kerugian materilnya saya yakin jauh lebih besar dari yang kita bantu, ” kata Bong Mjng-Ming.

 

Ketika disinggung waktu untuk perbaikan faskes untuk warga kampung Ulu yang terdampak banjir, mengingat dananya bukan berasal dari Pemkab Babar saja, Bong Ming-Ming mengatakan bahwa dirinya masih melakukan pemetaan untuk perbaikan.

 

“Jadi kita masih harus memetakan yang sesungguhnya seperti apa penyelesaiannya. Cuilong seperti apa, kampung Ulu seperti apa sehingga beberapa yang sudah dibangun selama ini oleh BWS, kabupaten dan provinsi sehingga bisa menjadi satu kesatuan, supaya ketika banjir terjadi, luapan air besar tidak membanjiri kampung Ulu maupun kampung Tanjung laut,” ujarnya.

 

Mengingat biaya pembangunan hal tersebut tidak kecil, Bong Ming-Ming menyebutkan jika mengacu pada skala prioritas maka hal itu harus dipaksakan.

 

Bong Ming-Ming mengatakan dirinya ingin ada peningkatan seperti talud, di pinggirnya ada trotoar sehingga secara estetika tetap indah dipandang.

 

“Selasa nanti kita akan berkoordinasi dengan pihak provinsi dan BWS untuk membantu. Komitmen mereka akan support sepenuhnya untuk Bangka Barat. Sejauh ini dukungan dari pihak BPBD provinsi, BAZNAS, BWS sudah cukup banyak sehingga jika disinkronkan bisa menjadi satu kesatuan yang utuh,” tukasnya. (adv)

 

Penulis : Fatimah

Editor : wana

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA
    error: Content is protected !!