Ribuan Masyarakat Belinyu Demo, Nambang Timah Makin Saro, Minta Solusi Pj Gubernur dan Kapolda Babel

waktu baca 4 menit
Kamis, 8 Feb 2024 15:54 40 Admin

Editor: Wana

 

 

OKEYBOZ.COM, BANGKA — Ribuan warga Kecamatan Belinyu Kabupaten Bangka Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menggelar aksi damai, di Halaman Kantor Camat Belinyu, Kamis (8/2/2024) siang.

Warga yang sebagian besar berprofesi sebagai penambang rakyat ini menyampaikan keresahan mereka menyikapi kondisi pertambangan timah beberapa bulan terakhir ini.

Warga menilai, saat ini pemerintah daerah hingga pusat tidak memperhatikan dan perduli terhadap nasib mereka yang selama ini menggantungkan hidup dari aktivitas tambang rakyat.

Aksi damai yang dibungkus dengan nama Kongres Masyarakat Belinyu ini meminta Pejabat Gubernur Bangka Belitung, Forkopimda Provinsi Kepulauan Babel, Pj Bupati Bangka dan Forkopimda Kabupaten Bangka untuk mencarikan solusi, terkait nasib mereka yang saat ini terpuruk oleh kondisi pertambangan yang tak jelas sekarang ini.

Melalui perwakilan mereka, masyarakat Belinyu mempertanyakan mengapa saat ini sering terjadi razia pertambangan rakyat, sehingga menimbulkan ketakutan penambang rakyat dalam menjalankan aktivitas mereka.

“Sekarang ini saro Pak. Cari timahnyo lah saro, pas lah dapat kami saro menjual pasir timahnya. Sekarang yang membeli hasil tambang kami sangat sedikit Pak,” teriak salah satu perwakilan warga aksi damai.

Kalaupun ada yang membeli pasir timah mereka, namun dibeli dengan harga yang dibawah pasaran.

Kondisi inilah yang semakin membuat mereka terpuruk dan terhimpit secara ekonomi.

Melalui perwakilan mereka inilah, warga Belinyu yang berprofesi sebagai penambang rakyat meminta Pj Gubernur Babel bersama Forkopimda untuk mencarikan solusi, agar mereka bisa kembali beraktivitas seperti semula, dengan harga pasir timah yang juga seperti semula.

“Kami ini hanya penambang kecil Pak, hanya menggunakan mesin Robin. Dapat 5 kilo perhari, kami sudah sangat bersyukur. Bahkan tak jarang kami hanya dapat sekilo perharinya. Hanya cukup untuk beli beras Pak,” teriak ibu-ibu yang ikut aksi damai.

Sejak Kejaksaan Agung (Kejagung) RI turun ke Bangka Belitung, telah membuat aktivitas tambang timah di Bangka Belitung terseok-seok.

Bos-Bos Timah kelas kakap yang selama ini tidak tersentuh hukum, mulai satu persatu diperiksa oleh Kejagung.

Bahkan beberapa diantaranya sudah ditetapkan menjadi tersangka.

Informasi yang dihimpun Tim Bergerak, akan banyak lagi Bos-bos timah kelas kakap yang akan dijebloskan ke dalam penjara.

Hanya saja, kerja Kejagung RI yang dinilai lambat oleh masyarakat ini, telah menimbulkan ketidakpastian hukum terhadap aktivitas tambang timah di Bangka Belitung.

Sebagian besar pengusaha timah skala besar memang sudah tirap, karena takut menjadi bagian yang akan dibidik Kejagung RI.

Namun sebagian Bos Timah skala menengah masih bebas menjalankan aktivitas illegal menggunakan Ponton Isap Produksi (PIP).

Mereka ini seakan tak tersentuh hukum, dan seakan dibiarkan berkeliaran mengeruk pasir timah secara bebas. Kalopun kena razia, mereka biasanya hanya diberi teguran dan himbauan.

Berbeda dengan penambang rakyat, yang hanya menggunakan mesin robin dan beraktivitas TI sebu-sebu maupun upin ipun, justru mereka ini banyak yang kena razia.

Situasi ketidakpastian hukum inilah yang akhirnya membuat kondisi penambang rakyat terpuruk.

“Seperti kemaren Pak, saya untuk membeli bensin dua liter untuk anak saya ke sekolah, sudah tidak ada uang lagi Pak. Ini dikarenakan kami tidak bisa menambang, karena takut dirazia, dan tidak ada yang membeli hasil tambang kami,” ujar Agus, salah satu penambang yang diberi kesempatan menyampaikan keluhannya di hadapan Forkopimda Babel dan Forkopimda Kabupaten Bangka.

Pejabat Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, yang diwakili Staf Ahli Bidang Ekomomi Keuangan dan Pembangunan Eko Kurniawan SSos MSi dan Kapolda Babel yang diwakili Kapolres Bangka AKBP Toni Sarjaka, menyatakan telah mendengar semua aspirasi dan harapan masyarakat Belinyu, yang disampaikan oleh para perwakilan masyarakat.

Baik Eko maupun Toni menyatakan akan menyampaikan aspirasi yang disampaikan dalam aksi damai Kongres Masyarakat Belinyu kepada atasan masing-masing.

Namun demikian, keduanya juga berharap masyarakat Belinyu tetap dalam kedamaian dan kondusif.

“Semua yang disampaikan tadi sudah saya dengar, sudah saya simpan. Dan akan saya sampaikan kepada atasan. Namun kami berharap masyarakat Belinyu tetap tertib. Kita doakan bersama, semoga akan ada solusi terbaik yang akan dihasilkan nantinya,” ujar Toni. (adv)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA
    error: Content is protected !!