
Caption: Kondisi kolong emas desa Terak yang tercemar limbah tambang. (Ist)
Laporan : Sanusi
OKEYBOZ.COM, BANGKATENGAH – Warga disekitar RT 10 desa Terak kecamatan Simpang Katis kabupaten Bangka Tengah mengeluh kondisi kolong Emas tempat pemandian warga sehari – hari yang berlokasi di jalan Air Emas RT 10 berubah warna menjadi kecoklatan dan berbau.
Kolong Emas itu diduga tercemar akibat limbah tambang ilegal yang beroperasi dihulu sungai.
” Parah pak, aik mandik kami jadi keroh (air mandi kami jadi keruh-red), padahal kami pakai ini untuk mandi dan cuci tiap hari,” ujar Sahrul, warga sekitar yang mengeluh kondisi kolong pemandian yang kini tercemar kepada tim journalis babel bergerak (Jobber), Jumat (16/8/2024) siang.
Senada dengan Tapo, warga sekitar RT 10 yang juga mengeluh kondisi kolong pemandian yang kini tercemar.
” Tolong pak, kolong ni sumber kehidupan warga sini, kami minta tambang ilegal yang ade dihulu dihentikan pak, karena air ini, untuk kami mandi setiap hari,” tambah Tapo sembari menunjuk kearah kolong Mas.
Ketua RT 10 Sumi yang dihubungi media ini mengatakan bahwa dirinya sudah melaporkan kondisi kolong tersebut kepada kepala Desa Terak.
” Saya sudah melaporkan kondisi kolong yang tercemar itu ke kades pak,” ujar Ketua RT.
Sementara Kades Terak Marzali saat dikonfirmasi Tim Jobber, menegaskan akan menindaklanjuti laporan Ketua RT 10 tersebut kepada Babinkamtibmas. ” Kita tindak dan kita lapor ke babin dulu untuk menindaklajuti laporan Bu Sumi,” kata Kades.
Babinkamtibmas Desa Terak Riky yang dikonfirmasi terkait pencemaran kolong itu membenarkan bahwa ada aktivitas tambang ilegal yang beroperasi dihulu sungai.
” Memang benar ada tambang dihulu sungai, Kami bersama RT sudah kelokasi untuk menghentikan tambang tersebut,” kata Riky.
Babin juga mengucapkan terimakasih kepada media yang ikut peduli atas pencemaran lingkungan terhadap aktivitas tambang-tambang ilegal, terutama yang mencemarkan air mandi warga RT 10 desa Terak.
” Terimakasih kami ucapkan kepada media yang sudah ikut peduli terhadap kejadian pencemaran lingkunan in,” ujar Babin desa Terak Riky. (OB).
Tidak ada komentar