
Editor: Aditya.
OKEYBOZ.COM, BANGKA– Pemerintah pusat menunjukkan komitmen penuh dalam upaya merevitalisasi Situs Kota Kapur, sebuah situs bersejarah yang sarat makna bagi masyarakat Bangka Belitung.
Namun, meski persiapan di tingkat pusat sudah matang, realisasi proyek ini masih bergantung pada tindak lanjut dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Dinparbud) Kabupaten Bangka, khususnya pada bidang Kebudayaan.
Hal ini disampaikan oleh Ahmad Elvian, seorang budayawan dan sejarawan ternama Bangka Belitung, yang mengutarakan kekhawatirannya terkait lambatnya kemajuan proyek tersebut.
Ahmad Elvian mengungkapkan bahwa kunjungan perwakilan pemerintah pusat ke Situs Kota Kapur beberapa waktu lalu yang didampingi oleh Bidang Kebudayaan Dinparbud Bangka tidak membuahkan kelanjutan konkret setelahnya. “Setelah kunjungan itu, tidak ada tindak lanjut yang jelas,” ujarnya.
Salah satu kendala yang dihadapi adalah belum adanya Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) di Kabupaten Bangka.
Menurut Elvian, pembentukan TACB sangat penting untuk memberikan rekomendasi yang sah dalam proses penetapan situs bersejarah, sesuai dengan undang-undang cagar budaya. Kabupaten Bangka, katanya, seharusnya segera merevisi SK Bupati terkait penetapan Situs Kota Kapur sebagai Cagar Budaya. Proses revisi ini harus menyertakan materi-materi sesuai ketentuan hukum agar Situs Kota Kapur dapat diakui sebagai Kawasan Cagar Budaya resmi.
Untuk mengatasi kekosongan TACB di Kabupaten Bangka, Elvian bahkan mengusulkan bantuan dari TACB Kota Pangkalpinang, yang masih aktif. “Kabupaten Bangka bisa meminta bantuan dari TACB Pangkalpinang untuk mempercepat proses ini,” tambah Elvian.
Setelah revisi SK dan rekomendasi penetapan bupati, langkah selanjutnya adalah mengusulkan Situs Kota Kapur sebagai kawasan cagar budaya kepada Kementerian untuk mendapatkan status peringkat nasional. Menurut Elvian, langkah ini bukanlah perkara sepele, namun sangat penting agar situs bersejarah tersebut mendapatkan pengakuan dan perlindungan di tingkat nasional. Elvian mengungkapkan bahwa Yunus Satrio, anggota TACB Nasional, sudah menyepakati Situs Kota Kapur untuk memperoleh peringkat nasional, namun persyaratan administratif dari Kabupaten Bangka harus segera dipenuhi.
Upaya media ini untuk memperoleh konfirmasi dari Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Bangka, Rismy Wiramadonnah, sejauh ini belum berhasil. Pesan singkat yang dikirimkan ke nomor kontak yang bersangkutan belum mendapat respon. Situasi ini mengindikasikan adanya keterlambatan komunikasi yang perlu segera diperbaiki agar rencana revitalisasi Situs Kota Kapur dapat terealisasi dengan optimal.
Situs Kota Kapur memiliki nilai sejarah dan budaya yang tinggi bagi masyarakat Bangka Belitung dan Indonesia pada umumnya. Situs ini menyimpan bukti-bukti penting peradaban masa lampau yang sangat bermanfaat untuk kajian sejarah dan arkeologi. Menjaga dan merevitalisasi situs bersejarah seperti ini merupakan upaya penting dalam melestarikan warisan budaya bangsa. Pemerintah pusat telah menyatakan kesiapannya, namun tanpa koordinasi dan dukungan yang kuat dari pemerintah daerah, proyek ini bisa terhambat.
Masyarakat Bangka Belitung kini berharap agar pemerintah daerah, khususnya Dinparbud Kabupaten Bangka, dapat segera menuntaskan aspek-aspek administratif dan teknis yang diperlukan sehingga revitalisasi Situs Kota Kapur bisa segera terwujud. Proyek ini bukan hanya sekadar upaya pelestarian sejarah, tetapi juga potensi untuk meningkatkan sektor pariwisata di Bangka Belitung, yang pada akhirnya akan berdampak positif pada ekonomi daerah. (okeyboz)
Tidak ada komentar