Keterkaitan Perekonomian Lokal Dan Pelestarian Lada Sebagai Warisan Budaya Bangka Belitung

waktu baca 2 menit
Senin, 18 Nov 2024 17:39 34 kina

OKEYBOZ.COM, OPINI — Lada (Piper Nigrum L) sering juga disebut dengan sahang adalah salah satu rempah-repah yang kerap digunakan untuk memasak, menambah aroma masakan dan memiliki cita rasa pedas.

Sebagai salah satu komoditas unggulan di Bangka Belitung. Lada merupakan komoditas pertanian yang berkualitas dan merupakan warisan budaya. Tidak hanya menjadi tradisi, lada juga menjadi strategi untuk meningkatkan perekonomian bagi masyarakat.Lada terdapat dua jenis, yaitu lada putih dan lada hitam. Yang membedakan keduanya ialah dalam pengolahan, lada putih diolah dengan cara di keringkan setelah melalui proses perendaman dan pelepasan kulit, lada hitam dengan cara dikeringkan bersamaan dengan kulitnya.

Lada sebagai komoditas ekonomi dikenal dengan rempah-repahnya yang berharga menjadi bagian penting dalam perekonomian masyarakat., juga berperan dalam menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat dan meningkatkan perekonomian. Lada Bangka Belitung bahkan memiliki sertifikat indikasi geografis yang dimiliki dunia, yaitu Muntok Whait Papper.

Lada juga memiliki arti budaya bagi masyarakat di Bangka Belitung, dengan proses penanaman, perawatan serta pemanenan yang sering melibatkan tradisi dan ritual yang sudah ada dan dilakulan dari generasi ke generasi. Pelestarian lada melibatkan keseluruhan ekosistem yang berkaitan, dengan ini lada menjadi simbol jati diri masyarakat di Bangka Belitung.

Pelestarian lada dapat terlihat dari lada sebagai salah satu komoditas unggulan yang dapat mendorong pengembangan pariwisata berbasis budaya, mendukung pertanian berkelanjutan dan praktik ramah lingkungan dalam budidaya lada untuk memastikan warisan budaya akan tetap terjaga. Petani lada di Bangka Belitung melestarikan lada dengan cara metode pertanian yang ramah lingkungan, dengan mengurangi penggunaan petisida kimia dan beralih ke pestisida organik dan juga dengan melalui pendidikan dan pelatihan agar petani dapat diberikan pengetahuan bagaimana teknik pertanian yang tidak merusak lingkungan sehingga lada sebagai komoditas tetap dapat terjamin.

Keterkaitan perekonomian lokal dan pelestarian lada sebagai warisan budaya di Bangka Belitung adalah kunci peluang yang harus dimanfaatkan dengan baik. Melalui konsep antara ekonomi dan budaya, tidak hanya bisa memperkuat perekonomian tetapi juga menjaga tradisi yang telah ada. Pelestarian lada menjadi tanggung jawab kita bersama untuk generasi mendatang.

 

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA
    error: Content is protected !!