
Oleh : Adityawarman,( Pimpinan Media okeyboz.com grup).
OKEYBOZ.COM, PANGKALPINANG – Dunia yang kian dirusak oleh keserakahan dan kepentingan pribadi, keberanian akademisi seperti Bambang Hero untuk menjadi saksi ahli dalam mengungkap kerugian akibat tambang ilegal adalah sebuah langkah heroik.
Namun, ironisnya, langkah mulia ini justru mendapat hujatan dan laporan hukum dari sebagian masyarakat yang tidak melihat pada realitas kerusakan lingkungan.
Lebih mencengangkan lagi, kelompok yang menyerangnya adalah mereka yang secara terang-terangan memuji pelaku kejahatan tambang dan korupsi sebagai “pahlawan ekonomi.”
Penulis berpikir bahwa, Fenomena ini tidak lepas dari kuatnya cengkeraman mafia tambang yang telah menyusup ke berbagai lapisan masyarakat.
Dengan kekuatan finansial dan pengaruhnya, mereka mampu menciptakan narasi yang membingkai pelanggaran hukum sebagai upaya “penyelamatan ekonomi.”
Sayangnya, narasi ini diterima oleh masyarakat yang kurang memahami dampak jangka panjang dari tambang ilegal terhadap lingkungan dan kehidupan mereka sendiri.
Lemahnya kesadaran hukum juga menjadi faktor yang memperburuk situasi.
Alih-alih mendukung akademisi yang memperjuangkan kebenaran, sebagian masyarakat memilih menjadi alat pembenaran bagi pelaku kejahatan tambang.
Mereka lupa bahwa kerugian lingkungan yang terjadi akibat aktivitas tambang ilegal tidak hanya merusak alam, tetapi juga mengancam kehidupan generasi mendatang.
Keberanian Bambang Hero untuk tampil sebagai saksi ahli bukan sekadar tanggung jawab profesional, tetapi juga panggilan moral seorang akademisi.
Dalam posisinya, ia membawa data, fakta, dan analisis ilmiah untuk mengungkap kerusakan yang sering kali disembunyikan oleh pelaku tambang ilegal.
Bambang Hero adalah simbol dari integritas akademik, yang menunjukkan bahwa ilmu pengetahuan memiliki peran penting dalam melawan ketidakadilan.
Namun, keberanian semacam ini tidak boleh dibiarkan berjalan sendiri. Akademisi lain, pemerintah, dan masyarakat perlu bersatu untuk memberikan dukungan.
Menurut penulis, Jika sosok seperti Bambang Hero terus dibiarkan diserang tanpa perlindungan, maka siapa lagi yang akan berani berdiri di garis depan melawan kejahatan lingkungan?
Di balik ironi ini, ada kebutuhan mendesak untuk mengubah paradigma masyarakat tentang pelaku tambang ilegal. Pelaku kejahatan lingkungan tidak layak disebut “pahlawan ekonomi.” Mereka bukanlah penyelamat, melainkan perusak yang mengambil keuntungan sesaat dengan mengorbankan masa depan.
Edukasi dan penyadaran harus menjadi prioritas. Pemerintah, LSM, media, dan akademisi perlu bekerja sama untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang dampak negatif tambang ilegal.
Narasi yang mengagungkan pelaku kejahatan ini harus dilawan dengan data dan cerita nyata tentang kerugian lingkungan dan sosial yang diakibatkannya.
Keberanian Bambang Hero adalah sebuah panggilan moral yang harus diapresiasi, bukan dihujat.
Ia mengingatkan kita bahwa melawan kejahatan tidak hanya soal hukum, tetapi juga soal keberanian untuk melindungi kebenaran.
Namun, keberanian ini membutuhkan dukungan kolektif. Jika masyarakat terus terjebak dalam narasi keliru yang memuja pelaku kejahatan, maka masa depan lingkungan dan generasi mendatang akan menjadi taruhannya.
Sudah saatnya kita berpihak pada mereka yang berjuang untuk kebenaran, bukan pada mereka yang menghancurkannya.
#Babelgelap#2025
Tidak ada komentar