Wow, Kabarnya Adpidsus Kejati Babel Turun Selidiki Dugaan Penyimpangan Proyek Dermaga Penyeberangan Mantung-Bakit

waktu baca 2 menit
Selasa, 6 Mei 2025 07:39 27 Admin

 

Editor: Aditya.

OKEYBOZ.COM, PANGKALPINANG – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kepulauan Bangka Belitung melalui Asisten Tindak Pidana Khusus (Adpidsus) dilaporkan sedang menyelidiki kasus proyek pembangunan Dermaga Penyeberangan Mantung-Bakit, Selasa (6/5/2025).

Proyek senilai Rp 23,1 miliar yang dikelola Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas III Babel tersebut diduga dikerjakan asal jadi dan tidak sesuai spesifikasi teknis yang ditetapkan.

Padahal proyek yang digelontorkan dengan uang negara puluhan miliar tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi kebutuhan transportasi dan perekonomian lokal.

Sumber terpercaya yang identitasnya dirahasiakan mengungkapkan kepada tim Jobber (Jurnalis Babel Bergerak) pada Senin (5/5/2025) bahwa pihak Adpidsus telah turun langsung untuk menginvestigasi dugaan pelanggaran tersebut. “Iya Bang, pihak Kejati Babel melalui Adpidsus sedang turun menyelidiki proyek pembangunan Dermaga Penyeberangan Mantung-Bakit itu,” ujar sumber tersebut.

Sayangnya, Kasi Penerangan Hukum (Pinkum) Kejati Babel, Basuki Raharjo, belum memberikan tanggapan atas konfirmasi yang dilayangkan terkait penyelidikan ini.

Sebelumnya, nama Bos Afuk, seorang pengusaha migas ternama dari Belinyu, turut mencuat di tengah polemik proyek ini. Namun, ia secara tegas membantah keterlibatannya. “Saya gak ada main proyek pemerintahan seumur hidupku. Itu anggaran perhubungan pusat Jakarta,” ujar Bos Afuk kepada tim Jobber pada Kamis (24/4/2025).

Ia juga menyangkal tudingan sebagai supplier material proyek. “Gak kenal… saya bukan supplier-nya, salah kamar,” tambahnya. Meski demikian, isu keterlibatannya terus bergulir di tengah masyarakat.

Warga setempat menyoroti sejumlah kejanggalan dalam pengerjaan proyek, termasuk penggunaan material berkualitas rendah yang tidak sesuai spesifikasi. Timbunan dermaga, misalnya, dilapisi paranet alih-alih geotextile non-woven yang seharusnya digunakan. Pasir dan batu gunung didatangkan dari luar daerah, memunculkan spekulasi terkait ketidaksesuaian anggaran proyek.

“Proyek ini didanai dengan uang rakyat. Kalau hasilnya seperti ini, masyarakat pasti mempertanyakan transparansi dan akuntabilitasnya,” ujar seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan.

Masyarakat Belinyu mendesak pemerintah untuk segera melakukan investigasi menyeluruh. Mereka berharap pembangunan dermaga yang bertujuan meningkatkan transportasi dan perekonomian lokal dapat dilaksanakan sesuai standar dan memberikan manfaat nyata.

Hingga berita ini dirilis, Kepala BPTD Kelas III Babel, Fitra, belum memberikan tanggapan terkait masalah ini. Upaya konfirmasi melalui telepon dan pesan WhatsApp juga belum membuahkan hasil. (JB/OKEY)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA
    error: Content is protected !!