
Editor: Aditya.
TANJUNG PANDAN, OKEYBOZ.COM – Suasana santai terlihat saat dua politisi sekaligus ustadz, Aksan Visyawan SH MH dan Imam Wahyudi SIP MH, duduk bersama menikmati secangkir kopi di sebuah warung sederhana di Tanjungpandan.
Percakapan akrab mereka tak luput dari perhatian media yang langsung melontarkan pertanyaan soal peluang mereka bersatu dalam Pilkada Ulang Kabupaten Bangka 2025.
“Akrab sekarang ini ustadz. Tampaknya sedang bincang-bincang tentang Pilkada Bangka?” tanya media ini.
Mendengar pertanyaan itu, keduanya hanya tersenyum.
Ustadz Imam Wahyudi, kader PDI Perjuangan sekaligus Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) PDIP Bangka Belitung, menjawab dengan diplomatis, “Kita berdua kan bersahabat sejak lama. Bang Aksan ini adalah senior saya di legislatif, jadi saya banyak berguru kepada beliau.” Ujarnya.
Pertanyaan berlanjut tentang kemungkinan mereka menjadi pasangan calon kepala daerah.
“Sebagai kader partai dan warga negara yang baik, kita tentu siap mengemban amanah apapun untuk masyarakat. Jika takdir menghendaki kita berdua maju sebagai eksekutif, itu adalah amanah yang mulia,” ujar Imam.
Ustadz Aksan Visyawan, Ketua DPW PKS Bangka Belitung yang sudah empat periode menjabat sebagai anggota DPRD Babel, tersenyum sambil menegaskan komitmennya untuk terus melayani masyarakat. “Diskusi kita tadi lebih banyak soal strategi membangun Kabupaten Bangka agar lebih baik ke depan,” ungkapnya.
Ustadz Aksan, putra asli Belinyu, dikenal sebagai politisi yang dekat dengan rakyat. Selama lebih dari 15 tahun di dunia politik, ia telah menunjukkan dedikasi dan konsistensi sebagai wakil rakyat, termasuk dalam kiprahnya sebagai Ketua DPW PKS. Dukungan masyarakat terhadapnya tetap kuat, khususnya di wilayah Belinyu, Riau Silip, dan Sungailiat.
Sementara itu, Ustadz Imam Wahyudi telah mencatatkan karier cemerlang di bawah bimbingan tokoh politik Babel, Rudianto Tjen. Dengan kepiawaiannya dalam strategi politik, ia menjadi salah satu sosok penting di PDIP Babel, khususnya dalam memenangkan berbagai pilkada di provinsi ini.
Pertemuan dua tokoh ini semakin menarik perhatian masyarakat Kabupaten Bangka. Meski belum ada kepastian, perbincangan mereka menjadi sinyal adanya potensi sinergi untuk Pilkada mendatang.
“Semua ada mekanismenya. Kita akan melihat dinamika politik serta dukungan masyarakat kepada saya maupun Bang Aksan,” pungkas Imam Wahyudi.
Masyarakat Bangka kini menanti perkembangan berikutnya. Apakah kedua tokoh ini benar-benar akan bersatu dalam Pilkada 2025 atau tetap pada jalur masing-masing? Waktu yang akan menjawab. (*/okeyboz)
Tidak ada komentar