Dugan Keterlibatan Oknum Kombes Pol. Nizar Dibalik Proyek Pembangunan Tambak PT. VIP

waktu baca 3 menit
Kamis, 17 Jul 2025 19:26 141 Admin

OKEYBOZ.COM, BELITIM — Aroma kuat dugaan keterlibatan aparat penegak hukum dalam urusan bisnis kembali mencuat di Bangka Belitung. Seorang perwira tinggi polisi berpangkat Komisaris Besar, diketahui tampil secara terbuka dalam proyek pembangunan tambak udang Vanname milik PT. Vaname Inti Perkasa (VIP) di Desa Mengkubang, Kabupaten Belitung Timur.

Dalam sebuah rekaman video berdurasi 5 menit 9 detik yang kini beredar luas di publik, tampak jelas Kombes Pol Nizar hadir dalam sosialisasi proyek tersebut pada 24 Juni 2025.

Ia tampil menggunakan seragam dinas lengkap, berbicara di depan masyarakat dengan latar banner resmi bertuliskan “Sosialisasi Pembangunan Tambak Udang Vaname PT VIP.” Penampilan seragamnya dalam forum resmi itu sontak menimbulkan tanya soal netralitas dan batas peran aparat dalam aktivitas privat korporasi.

Tak berhenti di situ, keterlibatan Kombes Nizar semakin menjadi sorotan setelah sikapnya yang agresif terhadap Lendra Agustian alias Kacak wartawan media online babelterkini.com sekaligus anggota Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Bangka Belitung terkuak ke publik.

Dalam tangkapan layar percakapan pribadi, Kombes Nizar terlihat berupaya mendatangi rumah Lendra dengan dalih “silaturahmi”, sebuah langkah yang memicu kekhawatiran atas potensi intimidasi terhadap jurnalis yang tengah menyorot proyek tersebut.

Saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Kombes Pol Nizar mengakui kehadirannya dalam sosialisasi itu sebagai undangan pribadi dari Direktur Utama PT. VIP, Heriyanto.

Ia menyebut penggunaan seragam dinas hanya sebagai bentuk pengenalan bahwa dirinya adalah anggota Polri. “Yang tidak boleh itu anggota Polri melakukan kejahatan. Kalau hanya tampil dan bicara dalam kapasitas pribadi, saya rasa tidak perlu izin,” ujarnya enteng.

Namun, alasan Kombes Nizar semakin menguatkan dugaan bahwa pengaruhnya digunakan untuk melicinkan proses perizinan. Ia mengaku keterlibatannya terkait persaingan antara Belitung Timur dan Sumbawa sebagai lokasi investasi tambak. “Pak Heriyanto bilang, daerah mana yang duluan keluar PKKPR, maka di situ dia akan berinvestasi,” ucapnya.

Kombes Nizar sendiri menjabat sebagai salah satu pejabat di Badan Narkotika Nasional Provinsi Kepulauan Bangka Belitung—lembaga yang seharusnya steril dari konflik kepentingan bisnis.

Namun kisruh ini mencapai titik memprihatinkan pada Kamis (17/7/2025), saat Lendra Agustian dan dua rekan wartawan lainnya mengalami aksi kekerasan brutal saat tengah menjalankan tugas peliputan bersama petugas Kesatuan Pengelolaan Hutan Provinsi (KPHP) Belantu.

Usai memastikan bahwa sebagian kawasan tambak masuk dalam zona Hutan Lindung Pantai (HLP), ketiganya diserang sekelompok orang tak dikenal saat hendak kembali ke kendaraan.

Aksi pengeroyokan yang menyebabkan Lendra menderita luka memar dan lebam di wajah ini kini telah dilaporkan ke Polres Belitung Timur.

Sayangnya, hingga berita ini diturunkan, Kapolda Bangka Belitung Irjen Pol. Hendro Pandowo belum memberikan keterangan resmi terkait insiden kekerasan terhadap jurnalis tersebut.

Kekerasan terhadap wartawan dalam menjalankan tugas jurnalistik merupakan bentuk pelanggaran serius terhadap prinsip kebebasan pers. Aparat keamanan diharapkan bersikap profesional dan netral dalam menyikapi konflik yang melibatkan institusi serta personelnya.

Investigasi mendalam dan penegakan hukum secara transparan menjadi keharusan demi menjaga marwah institusi dan hak publik atas informasi. (**/ okeyboz)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA
    error: Content is protected !!