
BANGKA TENGAH, OKEYBOZ.COM – Anggota DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) Komisi IV, Me Hoa, S.H., M.H., menggelar kegiatan reses Masa Sidang I Tahun Sidang II 2026 di Kantor Desa Pasir Garam, Kecamatan Simpang Katis, Kabupaten Bangka Tengah, Sabtu (17/01/2026).
Acara dihadiri hampir 180 masyarakat ini tidak hanya menjadi wadah penyerapan aspirasi, tetapi juga menyajikan layanan cek kesehatan gratis (CKG) dan menyosialisasikan program pemerintah tahun 2026.
Kegiatan dimulai dengan CKG yang digelar oleh tim Puskesmas Simpang Katis mulai pukul 10.00 WIB, menjadi yang pertama kalinya dijadwalkan sebelum acara reses.
Me Hoa mengungkapkan rasa bahagia dan kebanggaannya atas inisiatif tersebut, serta menyampaikan rencana untuk menggelar donor darah di masa depan dengan sistem pendaftaran terbuka.
“Hari ini saya bersyukur bisa dihadiri banyak masyarakat yang bahkan lebih dari target yang diundang. Kehadiran kepala desa, kadus, pengurus masjid, serta perwakilan toko masyarakat menunjukkan antusiasme yang tinggi,” ujarnya.

Perwakilan tujuh OPD provinsi termasuk Dinas Kesehatan, Pendidikan, Kesejahteraan Rakyat (Kesra), Sosial, dan Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) turut menghadiri untuk mendengarkan langsung keluhan dan aspirasi warga.
Me Hoa menegaskan pentingnya keberadaan OPD teknis agar jawaban terhadap kegelisahan masyarakat bisa diberikan secara langsung.
Fokus utama pembangunan tahun 2026 yang disosialisasikan meliputi tiga sektor krusial: pendidikan, kesehatan, dan ekonomi.
Di sektor pendidikan, ia menyoroti tingginya angka putus sekolah di Babel dan mendorong percepatan pembiayaan melalui APBD agar fasilitas sekolah yang direvitalisasi berfungsi maksimal.
Salah satu poin penting yang dibahas adalah ketidaksinchronan data kemiskinan, terutama terkait perubahan nama DTKS menjadi DTSEN.
Me Hoa menekankan perlunya penyandingan data antara pemerintah desa dengan BPS agar penyaluran bantuan tepat sasaran.
“Saya sebagai wakil rakyat akan dorong agar kita sandingkan data, tidak boleh ada yang tidak jelas. Desa Pasir Garam akan dijadikan pelopor akurasi data yang bisa dicontoh desa lain,” tegasnya.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk bersiap dengan dokumen KTP dan KK serta mau disurvei ke lapangan agar bisa masuk dalam kategori desil penerima bantuan.
Selain masalah data, Me Hoa juga menanggapi beberapa aspirasi masyarakat, antara lain:
– Keluhan terkait KIP yang terputus saat siswa masuk jenjang SMK padahal masih termasuk dalam kelompok desil.
– Permintaan perbaikan jalan raya dan lampu penerangan jalan umum (PJU) yang mati di ruas jalan menuju Penagang, meskipun Dinas Perhubungan tidak hadir.
– Apresiasi terhadap respons cepat penanganan masalah BPJS yang langsung tuntas setelah ditindaklanjuti.
Kepala Desa Pasir Garam menyambut baik kehadiran Me Hoa, menyatakan bahwa selama dua periode menjabat, baru kedua kalinya desa mereka dijadikan lokasi reses anggota DPRD Provinsi.
“Harapan kami, para anggota dewan bisa memperhatikan desa kami secara berkelanjutan, bukan hanya saat menjelang pemilu,” ungkapnya.
Menutup kegiatan, Me Hoa mendorong pengembangan potensi pertanian dan peternakan di Desa Pasir Garam menjadi wisata agro, seperti mengembangkan peternakan sapi dan memanfaatkan sumber daya lokal lainnya.
“Kita juga mengajak masyarakat mendukung program kemandirian pangan dengan menanam cabai sendiri menggunakan pupuk organik dari peternakan yang ada, jadi tidak perlu lagi membeli cabai dipasar,” pungkasnya.
Tidak ada komentar