PANGKALPINANG, OKEYBOZ.COM – Pemerintah Kota Pangkalpinang rutin menggelar kegiatan bersih-bersih lingkungan atau gotong royong setiap Selasa dan Jumat. Khusus hari Jumat (8/5/2026), kegiatan dipusatkan di kawasan Pasar Pagi, dengan fokus utama membersihkan saluran air yang tersumbat sampah, minyak, dan kotoran agar terhindar dari genangan air saat musim hujan.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Pangkalpinang, Mie Go, yang mewakili Wali Kota dalam kegiatan tersebut, menegaskan bahwa kebersihan bukan hanya tugas pemerintah, melainkan tanggung jawab bersama, terutama para pedagang.
Menurutnya, pasar yang bersih, higienis, dan asri akan mendatangkan manfaat langsung bagi kelancaran usaha dagang mereka.
“Pasar yang bersih membuat pembeli merasa nyaman berbelanja. Kalau pengunjung nyaman, otomatis dagangan pedagang pun akan lebih laku dan banyak diminati. Jadi ini sebenarnya demi keuntungan mereka sendiri,” ujar Mie Go.
Ia juga mengingatkan bahwa menjaga kebersihan memiliki nilai ibadah, sekaligus berkaitan erat dengan kesehatan masyarakat.
Dijelaskannya, jadwal gotong royong ini sudah ditetapkan secara rutin: setiap hari Selasa dilakukan di lingkungan kerja masing-masing, sedangkan hari Jumat difokuskan di tempat-tempat umum.
“Kegiatan ini bukan baru dimulai, tapi sudah rutin kita jalankan. Banyak lokasi yang dulunya kurang tertata, kini sudah jauh lebih baik. Harapannya, menjaga kebersihan menjadi kebiasaan hidup kita semua,” tambahnya.
Di lokasi kegiatan, Plt. Asisten Pemerintahan dan Kesra, Agustu Effendi, yang memimpin langsung kerja bakti, memberikan arahan tegas kepada para pedagang dan pengunjung.
Ia meminta seluruh warga pasar untuk menjaga kebersihan lapak dan lingkungan sekitar demi terciptanya suasana aman, bersih, dan sehat.
“Pola hidup sehat harus dimulai dari diri sendiri. Kami minta para pedagang menjaga kebersihan tempat jualannya, dan pengunjung turut menjaga lingkungan agar pasar ini selalu higienis dan asri,” tegas Agustu.
Kawasan Pasar Pagi sendiri dikelola secara terpadu oleh empat Organisasi Perangkat Daerah (OPD), yakni Dinas Pasar, Dinas Lingkungan Hidup, Badan Pengelolaan Umum Daerah, serta instansi pendukung lainnya.
Menjawab pertanyaan terkait penegakan aturan dan sanksi bagi yang tidak tertib, Mie Go menekankan bahwa pendekatan utama saat ini adalah pembinaan dan peningkatan kesadaran.
Ia berharap pedagang tumbuh rasa tanggung jawab dari dalam diri, dibantu pengawasan petugas dan aparat di lapangan.
“Pesan kami sederhana: jangan buang sampah sembarangan dan gunakan tempat yang disediakan. Bersihkan tempat jualan masing-masing secara rutin. Kalau semua disiplin, maka pasar ini akan selalu nyaman, sehat, dan asri untuk semua,” pungkas Mie Go.(OB/W*)
Tidak ada komentar