IKA FKIP Unsri Bangka Belitung Kukuhkan Pengurus Baru, Walikota Tekankan Peran Guru di Era Digital

waktu baca 2 menit
Minggu, 17 Mei 2026 12:19 12

PANGKALPINANG, OKEYBOZ.COM — Ikatan Alumni Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKA FKIP) Universitas Sriwijaya (Unsri) Cabang Bangka Belitung resmi mengukuhkan kepengurusan barunya dalam sebuah acara yang dirangkai dengan seminar pendidikan, Sabtu (16/5/2026), bertempat di Balai Besar Batason, Pemkot Pangkalpinang.

Kegiatan tersebut turut dihadiri langsung oleh Walikota Pangkalpinang, Prof. Saparudin. Kehadirannya menegaskan dukungan pemerintah kota terhadap upaya penguatan jaringan alumni dan peningkatan mutu pendidikan di daerah.

Dalam sambutannya, Prof. Udin menyampaikan bahwa pelantikan ini bukan sekadar seremoni organisasi, melainkan momentum untuk menggerakkan seluruh potensi alumni lintas profesi, baik guru, kepala sekolah, maupun praktisi pendidikan, agar bersinergi demi kemajuan pendidikan lokal.

Mengacu pada tema yang diusung, “Jejak Alumni Inspirasi Generasi: Membangun Jembatan Karir dan Kemajuan Pendidikan Babel”, ia mendorong para alumni untuk tidak berjalan sendiri.

“Para alumni harus berkolaborasi dengan pemerintah agar pendidikan di Kota Pangkalpinang terus berkembang,” ujarnya.

Walikota juga menyoroti tantangan yang kini dihadapi para pendidik di tengah arus digitalisasi. Menurutnya, gaya belajar siswa saat ini telah bergeser drastis. Kemudahan mengakses informasi lewat berbagai aplikasi membuat siswa cenderung mencari jawaban secara instan tanpa melalui proses berpikir mendalam.

“Anak-anak kini sangat mudah mendapat jawaban hanya dengan membuka aplikasi, tanpa harus membaca atau berpikir terlebih dahulu,” ungkapnya.

Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya transformasi peran guru lebih dari sekadar penyampai materi menjadi fasilitator dan mentor yang aktif membimbing. Para pendidik dituntut mampu mengintegrasikan teknologi seperti video pembelajaran dan platform LMS ke dalam proses belajar mengajar, sekaligus membekali siswa dengan kemampuan literasi digital dan berpikir kritis.

“Teknologi harus menjadi alat bantu, bukan pengganti. Tugas kita adalah mengarahkan siswa untuk mencari dan menyaring informasi dengan bijak, membangun semangat belajar, serta membentuk karakter mereka agar siap menghadapi tantangan zaman,” pungkasnya.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA
    error: Content is protected !!