Alobi Foundation Raih Kalpataru Adya 2026, Wali Kota Pangkalpinang, Saparudin: Kerja Keras dan Konsistensi Kuncinya

waktu baca 2 menit
Minggu, 21 Jun 2026 23:14 10 wiwik okeyboz

PANGKALPINANG, OKEYBOZ.COM – Alobi Foundation resmi meraih Penghargaan Kalpataru Adya 2026 kategori Penyelamat Lingkungan. Penghargaan tingkat nasional itu disyukuri dalam acara ramah tamah bertema “Merawat Alam, Menjaga Kehidupan, Mewariskan Masa Depan Pangkalpinang” yang digelar Minggu malam, (21/6/2026) di Rumah Dinas Residen Kota Pangkalpinang.

Wali Kota Pangkalpinang, Saparudin hadir didampingi Ketua TP PKK, Susanti Saparudin. Dalam sambutannya, Saparudin menilai penghargaan ini adalah puncak pengabdian organisasi yang sudah 12 tahun berkiprah melestarikan alam di Bangka Belitung hingga Sumatera Selatan.

“Kuncinya cuma dua, kerja keras dan konsistensi. Teruslah bergerak tanpa henti sampai tujuan tercapai,” tegas Saparudin.

Ia mengaku sering berdiskusi hingga larut malam dengan Langka Sani, Ketua Alobi Foundation Pangkalpianang dan rekan‑rekan Alobi Foundation, dari pertemuan itu lah lahir banyak gagasan yang dijadikan acuan kebijakan lingkungan kota.

Meskipun lingkup kerjanya meluas, kantor pusat Alobi Foundation ada di Pangkalpinang. Karena itu, organisasi ini dianggap bagian dari keluarga besar masyarakat kota dan pantas mendapat apresiasi setinggi‑tingginya.

Dalam kesempatan itu, Saparudin mengingatkan tantangan besar daerah ini, kekayaan tambang melimpah, timah, silikon, zirkon, hingga tanah jarang, tetapi lingkungan harus tetap lestari.

Ia menunjuk sejumlah lokasi yang butuh perlindungan ketat yaitu Parit Lalang, Kampung Bintang, aliran Sungai Rangkui, kawasan Bukit Mangkol, serta hutan bakau Sungai Selindung.

“Kalau bakau di sana rusak, air sungai akan meluap bebas saat hujan. Sekitar 8–10 perumahan di Pangkalpinang sudah kerap tergenang mulai sore hingga pagi,” jelasnya.

Pemerintah berkomitmen menjadikan kawasan Sungai Selindung sebagai zona hijau bebas banjir.

Soal penghijauan kota, Saparudin punya prinsip tegas, lebih baik memindahkan jaringan listrik daripada menebang pohon tua.

“Masalah pohon mudah tumbang saat angin kencang, muncul karena penanaman yang kurang tepat. Solusinya, gali lubang lebih dari satu meter, gemburkan lapisan keras, dan pasang penyangga agar kokoh,” ucapnya.

Ia mencontohkan keberhasilan Surabaya yang suhunya turun 4–5 derajat Celsius setelah pepohonan rimbun tumbuh kembali dan didatangi beragam burung liar. Hal serupa sangat mungkin terjadi di Pangkalpinang.

“Penghargaan Kalpataru bukan diraih dalam semalam, melainkan buah ketekunan panjang menjaga alam demi masa depan,” tuturnya.

“Saya bukan ahli lingkungan, cuma senang lihat lingkungan nyaman. Kalau ada yang ingin pindah ke luar negeri karena alam dirasa rusak, saya tak sependapat. Indonesia kaya raya, tugas kita lah menjaganya,” tutupnya disambut tepuk tangan hadirin.(OB/W*)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA
    error: Content is protected !!